PT KAI Kelola 12856 Sarana Kereta Api demi Jaga Keandalan Transportasi

Smallest Font
Largest Font

PT Kereta Api Indonesia kini mengelola sebanyak 12.856 unit sarana kereta api untuk memenuhi kebutuhan transportasi umum dan logistik masyarakat. Langkah penguatan armada ini dilakukan guna menjaga kapasitas serta keandalan sistem transportasi berbasis rel di Indonesia.

Jumlah armada yang besar tersebut disiapkan untuk melayani perjalanan dalam kota, antar kota, hingga urusan pengangkutan barang. Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Finance, total sarana tersebut terdiri dari 551 lokomotif, 1.064 Kereta Rel Listrik (KRL), 2.238 kereta, 8.907 gerbong, dan 96 Kereta Rel Diesel Elektrik/Indonesia (KRDE/I).

Pihak manajemen menekankan bahwa kesiapan sarana dalam jumlah memadai sangat krusial bagi mobilitas publik serta distribusi logistik. Komponen armada seperti lokomotif berfungsi sebagai penggerak, sementara kereta dan gerbong mengakomodasi kebutuhan penumpang serta komoditas spesifik.

"Mobilitas masyarakat dan distribusi logistik memerlukan kesiapan sarana dalam jumlah yang memadai. Setiap lokomotif, KRL, kereta, gerbong, dan KRDE/I memiliki fungsi yang saling melengkapi untuk menjaga pelayanan tetap selamat, andal, dan sesuai dengan kebutuhan," ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI dalam keterangannya, Minggu (19/7/2026).

Peningkatan fasilitas ini berjalan beriringan dengan lonjakan volume pengguna jasa kereta api. Sepanjang Semester I 2026, KAI Group mencatat pertumbuhan pelanggan sebesar 7,55 persen menjadi 258.993.359 orang, dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang berjumlah 240.805.920 pelanggan.

"Pertumbuhan pelanggan perlu diikuti dengan kesiapan kapasitas yang terencana. Ketersediaan sarana, keandalan teknis, fasilitas perawatan, serta kesinambungan pembaruan menjadi bagian yang saling berkaitan dalam menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat," kata Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Pada sektor angkutan barang, KAI membukukan volume distribusi sebesar 32.498.043 ton sepanjang Semester I 2026. Angkutan ini didominasi oleh batu bara sebesar 26.534.095 ton, sedangkan 5.963.948 ton sisanya merupakan komoditas non-batu bara seperti semen, BBM, peti kemas, hingga paket ekpres.

Seluruh sarana dipastikan menjalani pemeriksaan teknis dan operasional secara ketat di depo serta Balai Yasa sebelum mulai beroperasi. Depo bertanggung jawab atas perawatan harian, sedangkan Balai Yasa menangani perawatan berkala berskala besar demi menjamin keselamatan perjalanan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed