Juventus Tundukkan Chelsea Satu Gol Tanpa Balas di Hong Kong
Juventus memetik kemenangan tipis 1-0 atas Chelsea pada laga uji coba pramusim di Stadion Kai Tak Hong Kong pada Rabu, 5 Agustus 2026. Hasil ini menjaga rekor tak pernah kebobolan klub asal Italia tersebut sepanjang laga persiapan.
Klub berjuluk Si Nyonya Tua itu mencatatkan rekor nirbobol berturut-turut pada pramusim kali ini setelah sebelumnya bermain imbang 0-0 melawan Basel serta mengandaskan Standard Liege 1-0 dan Nice 2-0. Sementara bagi Chelsea, pertandingan di Asia ini menjadi laga ketiga dalam rangkaian tur pramusim mereka.
Satu-satunya gol kemenangan Juventus pada pertandingan ini dicetak oleh Edon Zhegrova. Pelatih Juventus Luciano Spalletti memberikan pandangannya terkait performa anak asuhnya usai laga berdurasi penuh tersebut.
"Ini adalah ujian yang kemudian menceritakan perjalanan yang sedang Anda jalani. Saya menyukai fakta bahwa kami selalu tetap menjadi sebuah tim sepanjang pertandingan, baik ketika kami menderita di batas area penalti maupun ketika kami melancarkan serangan balik. Kami menciptakan sejumlah peluang bagus dan juga bisa saja melakukan sesuatu yang lebih.
Sikap kami selalu didasarkan pada kekompakan dan kemampuan untuk menerapkan di lapangan, bersama-sama, apa yang harus dilakukan pada setiap momen pertandingan. Saya melihat tim yang sangat aktif dan selalu dekat dengan bola," kata pelatih Juventus Luciano Spalletti dilansir dari Sky Sport.
Spalletti turut mengomentari penampilan penentu kemenangan timnya yang mencetak gol namun dinilai masih perlu meningkatkan kontribusi sepanjang pertandingan.
"Sebuah gol jelas menyenangkan siapa pun, tetapi itu saja tidak cukup. Begitu juga sebuah assist atau gol tidak cukup jika kemudian, dalam sembilan puluh menit lainnya, Anda tidak memberi dukungan yang tepat kepada tim. Gol bisa tercipta dalam satu menit, sementara pertandingan berlangsung sembilan puluh enam menit: yang benar-benar penting adalah sikap sepanjang jalannya laga.
Dia tampil baik. Benar, beberapa kali dia kehilangan bola dalam situasi ketika dia bisa menjaga kesinambungan permainan, tetapi dia menunjukkan kualitasnya. Ketika bola ada di kakinya, dia mampu menyeret dua atau tiga bek, dan dia juga memperlihatkan kualitas tembakannya.
Intinya selalu memasukkan kembali semua hal ini ke dalam kotak yang saya bicarakan sebelumnya, untuk mengisi pertandingan dan membuat tim berkembang. Lalu ada yang berkontribusi dengan satu aksi, dan ada juga yang dengan aksi lainnya," ujar Spalletti.
Selain Zhegrova, Spalletti juga menyoroti peran penting Kelly dalam membangun pola serangan tim dari lini belakang.
"Bahkan Kelly, misalnya, membuat dua perpindahan permainan: itu tidak tercatat sebagai assist, tetapi merupakan aksi penting. Dia membangun serangan dengan baik dan menemukan dua umpan terobosan yang memaksa seluruh tim lawan mundur hingga tepi kotak penalti, sehingga kami bisa bernapas. Jika Anda hanya berpikir untuk bertahan melawan tim dengan level seperti ini, Anda tidak akan bisa menuntaskan pertandingan.
Untuk mencetak gol Anda harus menyerang, menekan, bermain. Anda harus menjadi pesepakbola. Bukan orang yang bermain sepak bola, melainkan seorang pesepakbola," tutur Spalletti.
Mantan pelatih timnas Italia itu juga memberikan penilaian terhadap kualitas permainan yang ditunjukkan oleh kubu Chelsea.
"Chelsea bisa melakukan segalanya: mereka bisa membangun serangan dari bawah, bisa menuntaskan peluang, dan bisa memberi dorongan besar pada pertandingan dari sisi ritme dan kecepatan. Itu adalah tim dengan level absolut dan, justru karena itu, bagi kami penting untuk tidak menundukkan kepala di hadapan situasi seperti ini," kata Spalletti dilansir dari TuttoJuve.com.
Mengenai aktivitas pergerakan pemain di bursa transfer musim panas, Spalletti memilih untuk tidak berkomentar banyak dan menyerahkan sepenuhnya kepada manajemen klub.
"Saya orang yang paling tidak tepat untuk membicarakan hal-hal seperti ini. Klub sedang berupaya, dan kami punya pandangan yang sama," ujar Spalletti.
Spalletti menegaskan bahwa catatan nirbobol di laga pramusim belum menjadi tolok ukur utama karena diwarnai banyak rotasi pemain serta manajemen menit bermain.
"Ini sepak bola bulan Agustus, dengan banyak pergantian pemain. Kami melakukan banyak pergantian karena saya ingin mencoba memberi ruang kepada dua pemain muda yang, menurut saya, pantas mendapatkannya. Sementara itu, David seharusnya bermain sekitar setengah jam.
Pada akhirnya saya lebih memilih memainkannya sejak awal intensitas pertandingan ketimbang menunggu sampai akhir. Jika kemudian, pada 15 menit terakhir, ada risiko membuatnya bermain terlalu banyak menit, dia diganti lagi. Ini adalah situasi yang normal pada periode musim seperti ini dan bisa dikelola dengan satu cara atau cara lainnya," kata Spalletti.
Di kubu Chelsea, pelatih memberikan kesempatan tampil sejak menit awal kepada dua pemain anyar mereka, Geovany Quenda dan Danny Welbeck. Penjaga gawang Robert Sanchez juga kembali mengawal gawang The Blues setelah absen pada laga sebelumnya melawan Tottenham Hotspur, ditopang lini belakang yang diisi Marco Palestra, Wesley Fofana, Tosin Adarabioyo, dan Jorrel Hato.
Moises Caicedo melakoni menit pertamanya di pramusim sekaligus dipercaya tampil sebagai kapten tim bersama Mahdi Nicoll-Jazuli di lini tengah. Sektor penyerangan Chelsea diisi oleh Jamie Gittens, Geovany Quenda, Joao Pedro, serta Danny Welbeck, sementara pemain seperti Mike Penders, Gabriel Slonina, Pedro Neto, Mykhailo Mudryk, dan Nicolas Jackson memulai laga dari bangku cadangan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow