Jose Mourinho Buka Suara dalam Dokumenter Netflix
Pelatih Real Madrid Jose Mourinho membeberkan berbagai kisah perjalanan kariernya dalam serial dokumenter Netflix berjudul MOURINHO yang mulai tayang pada Selasa (11/8/2026). Dokumenter tiga episode buatan sutradara Joe Pearlman itu mengungkap perselisihan dengan Iker Casillas, kesepakatan rahasia dengan Manchester United, hingga pandangannya terkait masa rehat pelatih.
Sutradara Joe Pearlman menggarap dokumenter ini selama dua setengah tahun bersama produser John Battsek dari Ventureland. Tayangan ini merekam perjalanan karier Mourinho selama 26 tahun yang diwarnai raihan 26 trofi, sekaligus menghadirkan kesaksian dari Sir Alex Ferguson, Zlatan Ibrahimovic, Frank Lampard, John Terry, Didier Drogba, dan Luis Figo.
Salah satu sorotan utama dalam dokumenter ini membedah keretakan hubungan Mourinho dengan mantan kapten Real Madrid, Iker Casillas, pada musim 2012-2013 yang membuat suasana ruang ganti tim menjadi dingin.
"Hubungan antara saya dan Jose sangat dingin," ujar Iker Casillas, Mantan Kapten Real Madrid.
"Pada tahun-tahun itu, saya benar-benar merasa segalanya dibawa ke batas di mana, pada akhirnya, tali itu putus," lanjut Iker Casillas, Mantan Kapten Real Madrid.
Mantan gelandang Real Madrid Sami Khedira mengonfirmasi perselisihan tersebut memicu kehancuran hubungan Mourinho dengan pemain kunci lain seperti Cristiano Ronaldo dan Sergio Ramos. Meski begitu, Mourinho menilai sikap Casillas mencerminkan budaya pemain manja.
"Tiga kali pertama saya berbicara dengan Casillas, sang kapten, hal pertama yang ia katakan kepada saya adalah, 'Saya ingin meminta lebih banyak liburan untuk para pemain tim nasional'," kata Jose Mourinho, Pelatih Real Madrid.
"Kali kedua ia berbicara dengan saya, 'Saya ingin meminta Anda memajukan sesi latihan satu jam lebih lambat karena pada waktu yang Anda inginkan untuk latihan, lalu lintas di Madrid sangat padat'," lanjut Jose Mourinho, Pelatih Real Madrid.
"Kali ketiga ia datang berbicara dengan saya, 'Kami tidak mau pergi ke hotel. Kami lebih suka hanya berkumpul pada hari pertandingan dan langsung menuju stadion untuk bermain'. Dan dalam waktu singkat, saya menyadari mereka manja," tambah Jose Mourinho, Pelatih Real Madrid.
Mourinho menegaskan tidak menoleransi sikap yang dinilainya tidak menghormati tim saat bersaing ketat dengan Barcelona.
"Ada hal-hal yang tidak saya terima dan tidak akan pernah saya terima, dan ketika seseorang tidak menghormati saya, itu masalah. Saya bilang, ini Barcelona, ini Real Madrid. Ketika kalian pergi to tim nasional, kalian boleh mencium orang itu, tapi tidak sekarang. Ini perang," kata Jose Mourinho, Pelatih Real Madrid.
Selain perseteruan di Madrid, dokumenter ini mengungkap fakta bahwa Mourinho sebenarnya telah sepakat menjadi penerus Sir Alex Ferguson di Manchester United pada 2013 sebelum akhirnya memilih kembali ke Chelsea.
"Ketika saya meninggalkan Real Madrid, saya sudah menandatangani kontrak untuk pergi ke Manchester United menggantikan Sir Alex," ujar Jose Mourinho, Pelatih Real Madrid.
Sir Alex Ferguson mengonfirmasi kesepakatan tersebut sempat terjadi sebelum Mourinho mengubah keputusannya dalam hitungan jam.
"Sejauh yang saya tahu, dia sudah menerimanya. Lalu, dalam hitungan jam, semuanya berubah," kata Sir Alex Ferguson, Mantan Manajer Manchester United.
"Suatu malam, dia menelepon saya dan dia menangis dan berkata: 'Alex, saya tidak bisa menerimanya. Saya sudah memberikan janji saya kepada Chelsea dan saya tidak akan mengingkari janji saya.' Alasan yang dia berikan kepada saya bisa saya pahami, tetapi saya kecewa," lanjut Sir Alex Ferguson, Mantan Manajer Manchester United.
Mourinho mengaku tersanjung atas penawaran United, namun saat itu ia lebih membutuhkan klub yang membuatnya merasa dicintai setelah periode berat di Spanyol.
"Satu hal adalah cinta untuk sepak bola, hal lainnya adalah cinta untuk sebuah klub tertentu," ujar Jose Mourinho, Pelatih Real Madrid.
"Menurut saya ini lebih kuat daripada cinta untuk sepak bola dan pada dasarnya, setelah Real Madrid, saya perlu merasa bahwa saya dicintai. Bagi saya, kehilangan kesempatan untuk menjadi pelatih penerus Sir Alex Ferguson sangatlah dramatis, tetapi saya tidak menyesalinya karena itu adalah keputusan yang saya buat dengan hati saya," lanjut Jose Mourinho, Pelatih Real Madrid.
Di samping mengenang perjalanan masa lalu, juru taktik berusia 63 tahun itu menegaskan penolakannya terhadap konsep masa rehat atau sabbatical yang pernah diambil rival lamanya, Pep Guardiola.
"Saya bahkan tidak bisa membayangkan kapan saya akan berhenti terlibat dalam sepak bola. Saya mengatakan 10 tahun lagi, tetapi mungkin lebih dari 10 tahun. Ini menyenangkan," ujar Jose Mourinho, Pelatih Real Madrid.
"Saya ingin memenangkan lebih banyak gelar. Saya ingin melakukannya di tempat-tempat yang belum pernah saya datangi dan di tempat-tempat yang sudah pernah saya menangkan," lanjut Jose Mourinho, Pelatih Real Madrid.
Mourinho menambahkan bahwa atmosfer stadion berkapasitas besar merupakan duniayang tidak ingin ia tinggalkan begitu saja.
"Dunia saya adalah masuk ke stadion sepak bola dengan 50.000 atau 90.000 suporter. Saya pernah merasakan 100.000 suporter. Itulah dunia saya," kata Jose Mourinho, Pelatih Real Madrid.
"Tanpa sepak bola, saya merasa ada sesuatu yang hilang. Namun, saya tidak berpikir ini sebuah obsesi. Saya tidak merasa ini sebuah obsesi," lanjut Jose Mourinho, Pelatih Real Madrid.
"Ketika Anda mencapai level tertentu, Anda hanya ingin berada di sana selamanya," tambah Jose Mourinho, Pelatih Real Madrid.
Mourinho menanggapi sinis istilah rehat dalam dunia kepelatihan dan menganggapnya sebagai bentuk kelemahan.
"Beberapa orang memang butuh istirahat," kata Jose Mourinho, Pelatih Real Madrid.
"Beberapa orang membutuhkan sabbatical, sesuatu yang saya benci. Saya benci kata itu," lanjut Jose Mourinho, Pelatih Real Madrid.
"Bagi saya, istirahat itu merupakan sebuah tanda kelemahan, sesuatu yang saya benci. Saya benci kata itu. Jadi jangan bicara kepada saya tentang hal itu lagi," tambah Jose Mourinho, Pelatih Real Madrid.
"Bagi saya, sabbatical berarti kelemahan. Jangan bicara kepada saya soal sabbatical. Saya tidak pernah membutuhkan istirahat. Saya akan beristirahat ketika saya meninggal," tegas Jose Mourinho, Pelatih Real Madrid.
Mourinho saat ini menjalani periode keduanya membesut Real Madrid setelah menandatangani kontrak yang berlaku hingga 30 Juni 2029.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow