Jonatan Christie Terima Tawaran PBSI Tampil di Asian Games 2026
Pebulu tangkis tunggal putra Jonatan Christie menerima tawaran Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) untuk memperkuat tim nasional pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, sebagaimana dilansir dari Detik Sport pada Kamis (13/8/2026).
Ajang multievent yang dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026 tersebut memang telah menjadi salah satu target utama Jonatan sejak awal tahun. PBSI sendiri menyiapkan kuota 20 atlet, dan Jonatan menjadi salah satu pemain non-pelatnas yang dipanggil untuk membela tanah air.
Tawaran resmi tersebut disampaikan secara langsung oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, melalui komunikasi telepon sekitar satu bulan sebelumnya.
"Iya, Asian Games ditawarin. Ditelepon Koh Didi (Eng Hian, Kabid Binpres PBSI) itu kayaknya satu bulan lalu. Antara sebelum atau setelah China Open," ujar Jonatan saat ditemui di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026).
Pebulu tangkis yang pernah meraih medali emas pada Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang ini menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam ajang tersebut sudah dirancang bersama timnya sejak awal 2026, bersanding dengan turnamen besar lain seperti All England, Kejuaraan Dunia, dan BWF World Tour Finals.
"Asian Games ini salah satu pertandingan besar juga kan. Selain Kejuaraan Dunia. Ini memang goals dari awal tahun. Jadi ya memang mau ikut," tegas peraih medali emas Asian Games 2018 itu.
Mengingat keberhasilannya delapan tahun lalu di rumah sendiri, atlet tunggal putra ini berharap dapat mengulang pencapaian manis tersebut pada edisi kali ini.
"Mudah-mudahan (bisa mengulang 2028)," kata Jonatan.
Keputusan menerima panggilan PBSI membuat kalender tanding Jonatan kian padat, termasuk menghadapi Kejuaraan Dunia 2026 di India pada 17–23 Agustus serta turnamen BWF World Tour seperti China Masters. Kendati demikian, atlet peringkat tiga dunia sekaligus juara Asia 2024 ini berkomitmen tampil maksimal di setiap kompetisi.
"Saya tetap all out. Saya belajar dari Chou Tien Chen saja lah. Ke mana pokoknya sikat. Latihannya di pertandingan," tegas juara Asia 2024 itu.
Komitmen tinggi tersebut melengkapi rentetan performa Jonatan pada 2026, yang mana ia sempat menembus babak final Indonesia Open di Istora Jakarta sebelum akhirnya finis sebagai runner-up usai menghadang perlawanan Victor Lai.
"Nah, sisanya mungkin ada yang kita bagi ke grade 2, grade 3 gitu," ucap Jonatan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow