Gelandang Afrika Selatan Jayden Adams Meninggal Dunia Usai Piala Dunia
Gelandang Timnas Afrika Selatan, Jayden Adams, dilaporkan meninggal dunia pada usia 25 tahun setelah memperkuat negaranya dalam turnamen Piala Dunia 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Sport. Kematian penggawa asal klub Mamelodi Sundowns tersebut terjadi hanya berselang dua minggu setelah dirinya merampungkan penampilan di ajang sepak bola tertinggi antarnegara yang berlangsung tahun 2026 ini. Kepulangan sang pemain muda dikonfirmasi langsung oleh Menteri Olahraga, Seni, dan Budaya Afrika Selatan, Gayton McKenzie, yang menyatakan rasa kehilangan mendalam atas kepergian talenta berbakat tersebut.
"Dengan rasa terkejut yang mendalam dan hati yang berat, saya menerima kabar meninggalnya Jayden Adams," kata Menteri Olahraga, Seni, dan Budaya Afrika Selatan, Gayton McKenzie.
Pemerintah setempat menilai sang gelandang telah berkembang dengan sangat baik, mulai dari menimba ilmu di akademi sepak bola hingga berhasil menembus skuad utama tim nasional senior. "Sepak bola Afrika Selatan telah kehilangan salah satu talenta muda paling cemerlangnya, dan bangsa kita turut berduka bersama keluarganya, rekan-rekan setimnya, serta jutaan pendukung yang menyaksikannya tumbuh dari seorang calon pemain akademi yang menjanjikan menjadi pemain internasional Bafana Bafana," lanjut Gayton McKenzie.
Selama babak penyisihan grup Piala Dunia 2026, Adams tercatat diturunkan dalam tiga pertandingan, termasuk menjadi starter kala berhadapan dengan Meksiko serta Republik Ceko, sebelum mengisi bangku cadangan melawan Korea Selatan. Pemain kelahiran 25 tahun lalu itu kemudian tidak masuk dalam skuad saat langkah Afrika Selatan dihentikan oleh Kanada pada babak 32 besar yang berlangsung tanggal 29 Juni lalu.
Merespons kabar duka tersebut, Serikat Pemain Afrika juga menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya pilar muda Bafana Bafana tersebut. "Jayden baru saja mewakili Afrika Selatan di Piala Dunia 2026, membawa harapan bangsa dengan penuh kebanggaan, keberanian, dan prestasi gemilang," tulis Serikat Pemain Afrika. Asosiasi pesepak bola tersebut menambahkan bahwa kepergian sang gelandang menjadi pukulan telak bagi seluruh elemen sepak bola di negara tersebut.
"Kematiannya merupakan kehilangan yang tak ternilai bagi keluarganya, rekan setimnya, klub-klubnya, komunitas sepakbola, dan negara secara keseluruhan.
Pihak serikat mengakhiri pernyataan dengan menegaskan penghormatan terakhir terhadap loyalitas serta potensi besar yang dimiliki mendiang semasa hidupnya. "Sepakbola Afrika Selatan telah kehilangan seorang pemain berbakat, seorang pelayan setia bagi olahraga ini, dan seorang pemuda yang masih memiliki begitu banyak hal untuk diberikan," tutup Serikat Pemain Afrika.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow