Jannik Sinner Pertahankan Gelar Juara Tunggal Putra Wimbledon 2026
Petenis nomor satu dunia asal Italia, Jannik Sinner, bangkit dari kekalahan di Prancis Terbuka untuk meraih gelar Wimbledon keduanya setelah mengalahkan Alexander Zverev dalam laga final empat set pada hari Minggu, 12 Juli 2026.
Kemenangan ini menjadikan Sinner pria ke-10 dalam Era Terbuka yang berhasil mempertahankan gelar tunggal putra di All England Club. Sinner sempat menghadapi situasi sulit di awal turnamen ketika harus bermain lima set melawan Miomir Kecmanovic pada babak pertama.
Sebelum memenangi laga final berdurasi 3 jam 46 menit tersebut, ketahanan fisik Sinner sempat dipertanyakan karena ia belum berkompetisi lagi sejak kalah mengejutkan di babak kedua Prancis Terbuka dari Juan Manuel Cerundolo.
Namun, Sinner berhasil membuktikan ketangguhannya di lapangan rumput dengan mencetak 58 pukulan pemenang pada pertandingan puncak hari Minggu.
"This one means a lot because it was a tough one after Paris, again," kata Jannik Sinner, Juara Wimbledon 2026.
Sinner mengakui bahwa tahun lalu juga berjalan berat bagi dirinya. Ia bersama timnya harus menghabiskan banyak hari yang panjang dan mengorbankan banyak hal demi berada di posisi juara saat ini.
"Last year was also tough. But coming here, I tried to put myself in the best position to be as competitive as possible," ujar Jannik Sinner, Juara Wimbledon 2026.
Petenis berusia 24 tahun itu mencatatkan sejarah sebagai pemain pertama dalam 48 tahun yang memenangi gelar tunggal putra Wimbledon setelah dipaksa bermain lima set pada pertandingan pembukanya.
"We put in a lot of long days, sacrificing a lot to be in this position," tutur Jannik Sinner, Juara Wimbledon 2026.
Pelatih Sinner, Darren Cahill, turut memberikan komentar mengenai perjalanan anak asuhnya yang penuh tantangan hingga kembali mencapai performa terbaik.
"There have been a few kicks in the stomach along the way. Tough losses. What makes us most proud is the way he comes back," kata Darren Cahill, Pelatih Jannik Sinner.
Cahill menjelaskan bahwa kekalahan telak tidak membuat Sinner terpuruk lama, karena sikap pantang menyerah tersebut sudah menjadi prinsip hidup dan karier tenis sang pemain.
"It doesn't put him down for long. That's his attitude in tennis and in life," ujar Darren Cahill, Pelatih Jannik Sinner.
Tim pelatih juga menekankan pentingnya kemampuan untuk bangkit menjadi lebih besar, kuat, dan cepat setiap kali Sinner menghadapi momen-momen buruk.
"We spoke about his resilience, and being able to come back and be bigger, stronger and faster whenever he has a bad moment," ucap Darren Cahill, Pelatih Jannik Sinner.
Menurut Cahill, tanpa adanya momen-momen sulit tersebut, Sinner mungkin tidak akan pernah bisa bertumbuh seperti yang telah ia tunjukkan sekarang.
"If you don't have those tough moments, maybe you never grow like he has been able to," tutur Darren Cahill, Pelatih Jannik Sinner.
Kemenangan atas Zverev memperpanjang dominasi Sinner yang telah memenangi 44 dari 47 pertandingan sepanjang tahun ini, termasuk rekor impresif menyingkirkan Novak Djokovic di babak semifinal dalam waktu 2 jam 20 menit.
Mantan petenis nomor satu Inggris, Tim Henman, menyampaikan pujiannya melalui siaran BBC TV atas ketangguhan yang ditunjukkan oleh sang juara bertahan.
"A worthy champion, an incredible defence of his title. As the great players do, they find the way to win," kata Tim Henman, Mantan Petenis Nomor Satu Inggris.
Henman menambahkan bahwa performa yang ditunjukkan Sinner saat menghadapi Djokovic dan Zverev benar-benar berada di tingkat dunia.
"Sinner's performances against Djokovic and Zverev have been truly world class," ujar Tim Henman, Mantan Petenis Nomor Satu Inggris.
Kekalahan ini membuat Zverev kini kalah dalam 10 pertandingan terakhirnya melawan Sinner, meskipun Zverev akan naik ke peringkat dua dunia pada hari Senin menggantikan Carlos Alcaraz yang sedang cedera.
Mantan juara Wimbledon, Marion Bartoli, memberikan analisisnya kepada BBC Radio 5 Live mengenai kemiripan gaya bermain Sinner dengan salah satu legenda tenis dunia.
"I think we have seen the new Novak Djokovic for the next 10-15 years," kata Marion Bartoli, Mantan Juara Wimbledon.
Bartoli menilai kemampuan Sinner dalam mengatasi tekanan dan melepaskan pukulan luar biasa pada momen krusial sangat mengingatkannya pada sosok Djokovic.
"The way he was able to weather the storm when he had to, come up with an extraordinary shot when he had to, it reminds me so much of Djokovic," ujar Marion Bartoli, Mantan Juara Wimbledon.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow