— Indonesia Women in Finance (IWF) 2026 Annual Conference berlangsung pada Sabtu (4/7/2026) dengan tema “Empowering Women in Entrepreneurship: Building Your Own Venture”. Acara mengumpulkan pemimpin perempuan, pelaku usaha, profesional, dan komunitas untuk berbagi pengalaman serta strategi membangun usaha yang tangguh dan berdampak.

Konferensi menyoroti tantangan praktis yang dihadapi perempuan pengusaha, mulai dari akses modal hingga pemanfaatan teknologi, serta kebutuhan mentoring dan jaringan untuk mempercepat pertumbuhan usaha.

Agenda dan Pembicara

Acara dibuka oleh Melisa Hendrawati, CFA (Executive Board Member CFA Society Indonesia dan CFO PT Super Bank Indonesia Tbk) bersama Siti Rakhmawati, CFA (Director Investment & Finance Dapen Telkom). Diskusi dipandu Hany Gungoro, CFA (People & Numbers – Paxcis Identity).

Beberapa pemateri yang tampil antara lain Dayu Dara Permata (CEO & Founder Pinhome), Yessie D. Yosetya (Director & Chief Information Technology Officer PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk), Ellin Waty (Founder EC2), Lany Wong, CFA (CFO PT Saratoga Investama Sedaya Tbk), serta Susanna Angraini (Founder & CEO Yoona Digital Indonesia).

Fokus Pembahasan

Konferensi mengangkat lima pertanyaan utama bagi calon entrepreneur perempuan: Are we ready? How do we build efficiently with technology? How do we balance business, family, and personal life? How do we finance growth? dan How do we build resilience and confidence?

Dalam sambutan pembuka, Melisa Hendrawati menegaskan pentingnya pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi.

“Tantangan kita hari ini bukan lagi membuktikan bahwa perempuan mampu. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan mereka memiliki akses terhadap modal, teknologi, jaringan, mentor, dan kepercayaan diri untuk membangun bisnis yang berkelanjutan. Ketika lebih banyak perempuan berwirausaha, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh keluarga mereka, tetapi juga oleh perekonomian nasional,”

Perwakilan lainnya, Siti Rakhmawati, menyoroti kontribusi perempuan pada sektor UMKM dan menyebut perlunya dukungan pemangku kepentingan untuk mengatasi hambatan akses pembiayaan, jejaring, dan peluang pengembangan usaha.

Mentoring dan Literasi Karier

Selain sesi panel, peserta mengikuti Speedy Mentoring, sesi interaktif yang mempertemukan peserta dengan pemimpin perempuan dan praktisi industri. Peserta memperoleh kesempatan berdiskusi mengenai pengembangan karier, strategi membangun bisnis, kepemimpinan, dan tantangan profesional lainnya.

Konferensi juga menjadi momen peluncuran buku Career Jungle, karya Hany Gungoro, Melisa Hendrawati, dan Steve Balaban. Buku ini menggunakan metafora “The Career Jungle” untuk menggambarkan dinamika karier masa kini yang lebih kompleks dan penuh perubahan dibandingkan model tangga karier tradisional.

Harapan Penyelenggara

IWF berharap konferensi ini dapat memperkuat ekosistem yang mendukung kolaborasi, mentoring, dan jejaring profesional bagi perempuan Indonesia. Tujuannya, tidak hanya sebagai forum inspirasi tetapi juga memicu lahirnya lebih banyak perempuan yang membangun usaha, memimpin organisasi, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.