Italia Fokus Kembangkan Sepakbola Usia Muda Setelah Gagal ke Piala Dunia
Italia yang gagal lolos ke Piala Dunia selama tiga edisi beruntun berusaha mengakhiri tren buruk tersebut dengan fokus memperbaiki sepakbola usia muda, kata Direktur Teknik Azzurri Claudio Ranieri, dilansir dari Detik Sport.
Negara pemilik empat gelar Piala Dunia itu melakukan perombakan besar setelah penunjukan Andrea Pirlo sebagai pelatih batal karena keterkaitan dengan perusahaan judi asing. Leonardo Araujo dan Paolo Maldini juga meninggalkan posisi penasihat teknis dan direktur teknik.
Ranieri, yang berpengalaman melatih klub-klub besar seperti Chelsea dan AS Roma, kini bertanggung jawab mengawasi berbagai level timnas dan akademi di Italia. Ia menyoroti masalah biaya sekolah sepakbola yang tinggi, yang menyulitkan banyak keluarga.
"Saya ada di Cagliari dan seseorang bilang anak-anak menghabiskan terlalu banyak uang untuk masuk ke sekolah-sekolah sepakbola, terlalu banyak keluarga yang tak mampu membayarnya. Ini tak boleh terjadi," ujar Ranieri.
Ranieri menegaskan perlunya mencari solusi agar anak-anak yang kini tertarik pada banyak olahraga dan permainan lain bisa kembali mencintai sepakbola.
Ia juga menyoroti kegagalan membawa talenta muda dari level U-21 ke tim senior dan terlalu fokus pada taktik sejak usia dini.
"Sebulan lalu saya juga ada di sebuah acara dan menyoroti bahwa Italia tampil sangat baik di level muda. Kami memenangi trofi-trofi, mencapai final-final. Di langkah terakhir mulai dari U-21 ke tahap berikutnyalah kita kesulitan," tambah pria berusia 74 tahun itu.
"Terlalu mudah untuk bilang kami tak lolos, tapi itu karena kami tak punya cukup banyak pemain untuk dipilih. Kami memenangi Euro di level muda karena kami bagus dalam taktik, tapi di luar negeri taktik-taktik tim tidak seruwet di sini."
Ranieri mengingatkan perlunya mengembangkan taktik dan teknik individu di akademi, seperti pengendalian bola, pergerakan, umpan silang, dan menembak agar anak-anak bisa menguasai bola secara menyeluruh.
"Kami harus mengembangkan taktik dan teknik individu di akademi-akademi, bagaimana mengontrol bola, pergerakan, bagaimana mengumpan silang, bagaimana menembak. Kami harus mengajari anak-anak bagaimana menguasai bola," ujar Ranieri.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow