Iran Bantah Klaim AS Soal Kendali Selat Hormuz

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Iran membantah keras klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan AS telah memegang kendali penuh atas Selat Hormuz, sebagaimana dilansir dari Investor Daily pada Kamis (13/8/2026). Pihak Iran menegaskan jalur pelayaran vital tersebut masih ditutup hingga seluruh syarat yang diajukan Teheran dipenuhi.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Otoritas Teluk Selat Persia Iran melalui platform X sebagai respons atas penyataan Trump sebelumnya di Truth Social yang mengklaim penguasaan wilayah perairan strategis itu.

"Klaim dan unggahan berulang dari pejabat AS yang menyebut Selat Hormuz tidak lagi diblokir tidak mengubah kenyataan Selat Hormuz tetap diblokir dan tidak akan dibuka kembali sampai syarat-syarat Iran diterima," tulis Otoritas Teluk Selat Persia Iran.

Saling klaim ini berbanding terbalik dengan kondisi riil di lapangan. Data pelacakan kapal dari firma intelijen perdagangan Kpler mencatatkan penurunan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz hingga menyusut ke titik terendah dalam hampir tiga bulan terakhir.

Analisis Kpler menunjukkan rata-rata transit harian kapal kargo hingga tanker minyak hanya berkisar 13 kapal per hari selama lima hari terakhir. Angka ini merosot hingga 90 persen dibandingkan rata-rata harian 130 kapal sebelum terjadinya eskalasi militer AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Eskalasi di kawasan terus memanas lantaran Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengajukan sejumlah syarat berat untuk membuka selat, termasuk penghentian blokade laut AS, pencabutan sanksi ekonomi, penarikan pasukan militer AS, serta pembayaran ganti rugi perang.

Penasihat Senior Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Mohammad Reza Naqdi, menilai pihak militer AS mengalami kebingungan strategi akibat terus-menerus mengubah tujuan konflik.

"Klaim dan unggahan berulang dari pejabat AS yang menyebut Selat Hormuz tidak lagi diblokir tidak mengubah kenyataan Selat Hormuz tetap diblokir dan tidak akan dibuka kembali sampai syarat-syarat Iran diterima," kata Penasihat Senior Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Mohammad Reza Naqdi.

Naqdi menambahkan bahwa Iran menerapkan strategi pembentukan daya tangkal dengan memperpanjang durasi konflik guna memicu penyusutan sumber daya pada pihak lawan.

Selat sepanjang 21 mil laut ini merupakan jalur laut krusial yang mengalirkan sekitar sepertiga dari total pasokan minyak mentah jalur laut dunia. Gangguan mobilitas di perairan ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak global dan krisis energi dunia.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed