Investor Asing Jual Bersih Saham Rp 4,5 Triliun
Aksi jual bersih atau net sell senilai Rp 4,5 triliun dibukukan oleh investor asing di pasar reguler Bursa Efek Indonesia pada penutupan pekan lalu. Berdasarkan data pergerakan pasar, pelepasan aset tersebut terjadi di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan yang melonjak 2,82 persen menuju level 6.177. Kondisi pasar keuangan ke depan diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh dinamika eksternal dan domestik.
Pemicu utama pergerakan modal global saat ini didominasi oleh kekhawatiran gangguan pasokan energi akibat konflik terbuka antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah. "Menghadapi tingginya ketidakpastian geopolitik ini, para investor global cenderung mengambil sikap risk-off dan bersikap jauh lebih konservatif dalam mengelola portofolio mereka. Mereka berbondong-bondong menarik modal dari instrumen berisiko tinggi seperti pasar saham dan aset kripto untuk mengamankan likuiditas," ujar David Kurniawan, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas pada Senin (13/7/2026).
Pengalihan dana oleh pelaku pasar global kini menyasar aset-aset aman atau safe haven untuk memperkuat likuiditas. Langkah penyelamatan modal tersebut diprediksi akan mendongkrak harga komoditas emas dan memperkokoh posisi mata uang dollar AS.
Beralih ke sektor domestik, ketahanan fiskal Indonesia dinilai masih terjaga dengan defisit APBN semester I 2026 sebesar Rp 196,5 triliun. Angka yang setara dengan 0,76 persen dari PDB ini dipastikan masih berada di bawah ambang batas aman undang-undang sebesar 3 persen. "Kondisi tersebut menuntut pemerintah untuk mengelola pembiayaan negara dengan jauh lebih ketat dan selektif di paruh kedua tahun ini. Langkah ini penting guna meminimalisir risiko penambahan utang baru yang tidak efisien, sekaligus memastikan stabilitas makroekonomi domestik tetap kokoh di tengah gejolak global," kata David.
Pergerakan pasar saham dan nilai tukar rupiah untuk periode 13 hingga 17 Juli 2026 akan sangat bergantung pada respons pelaku pasar terhadap data inflasi Juni AS. Indikator ekonomi global yang dirilis Selasa besok tersebut bakal menjadi acuan utama arah kebijakan suku bunga The Fed.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow