Inflasi Medis di Indonesia Diproyeksikan Mencapai 17,8%

Smallest Font
Largest Font

Penulis : Heru Febrianto 21 Aug 2026 | 14:24 WIB

Ilustasi Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI). (Foto Ist)

JAKARTA, investor.id – Tekanan terhadap biaya kesehatan terus meningkat. Berdasarkan Health Trends Report 2026 dari Mercer Marsh Benefits, inflasi medis di Indonesia diproyeksikan mencapai 17,8%, menjadi salah satu yang tertinggi di Asia. Seiring meningkatnya biaya layanan kesehatan, pembayaran klaim kesehatan industri asuransi jiwa juga terus bertumbuh.

Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pembayaran klaim kesehatan sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp26,8 triliun, meningkat 9,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan bahwa biaya perlindungan kesehatan juga dipengaruhi oleh dinamika biaya medis yang terus berkembang.

Dalam konteks tersebut, penting bagi Nasabah untuk memahami cara kerja produk asuransi yang dimiliki, terutama Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) atau yang juga dikenal sebagai unit link. PAYDI adalah produk asuransi yang memberikan dua manfaat sekaligus, yaitu perlindungan asuransi dan potensi hasil investasi.

Karena terdapat porsi investasi di dalamnya, penting bagi Nasabah yang ingin memiliki PAYDI untuk terlebih dahulu memahami profil risiko keuangannya, apakah porsi investasi akan dialokasikan ke pasar saham, reksa dana, deposito, atau SBN, agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko Nasabah saat berinvestasi.

Dalam komponen investasi tersebut, terbentuk Nilai Tunai dari unit investasi yang dimiliki Nasabah. Selain manfaat dasar, PAYDI juga memberikan keleluasaan bagi Nasabah untuk menambahkan manfaat asuransi tambahan (rider), seperti asuransi tambahan kesehatan atau penyakit kritis (Critical Illness), sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Sebagian Premi yang dibayarkan Nasabah pada Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) digunakan untuk membayar berbagai biaya sesuai ketentuan Polis, seperti Biaya Asuransi, Biaya Administrasi, biaya pengelolaan dana investasi, biaya Top-up (jika ada), dan biaya lainnya terkait Polis yang dikenakan setiap bulan dari Nilai Tunai Polis Nasabah. Sebagian Premi lainnya yaitu premi porsi investasi dialokasikan ke dalam dana investasi dalam bentuk unit. Dana investasi inilah yang membentuk Nilai Tunai Nasabah.

Perlu diketahui bahwa Nilai Tunai bersifat dinamis. Selain dipengaruhi oleh kinerja investasi, kecukupannya juga dapat berubah karena berbagai aktivitas pada Polis, seperti penarikan sebagian Nilai Tunai (partial withdrawal), pemanfaatan fitur cuti Premi (premium holiday), penyesuaian biaya asuransi tambahan kesehatan karena bertambahnya usia, dan juga faktor lainnya seperti inflasi medis.

Dalam kondisi tertentu, apabila terdapat penyesuaian Biaya Asuransi sesuai ketentuan Polis namun Premi tidak ikut disesuaikan, maka selisih biaya tersebut dapat dibebankan pada Nilai Tunai yang tersedia. Apabila kondisi ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama, Nilai Tunai dapat semakin berkurang hingga tidak lagi mencukupi untuk membayar biaya-biaya dalam Polis.

Apabila Nilai Tunai tidak mencukupi dan tidak terdapat dana yang memadai untuk membayar biaya-biaya dalam Polis, manfaat asuransi, termasuk manfaat Asuransi Tambahan (rider), dapat menjadi tidak aktif (lapsed) sesuai ketentuan Polis. Oleh karena itu, penting bagi Nasabah untuk secara berkala memantau kecukupan Nilai Tunai dan menindaklanjuti setiap rekomendasi yang disampaikan perusahaan agar perlindungan tetap berjalan sesuai kebutuhan dan tujuan keuangannya.

Sama seperti seseorang yang rutin mengevaluasi tabungan, investasi, atau rencana keuangannya, polis asuransi juga perlu ditinjau secara berkala, khususnya bagi Nasabah yang memiliki produk asuransi PAYDI dengan manfaat asuransi tambahan kesehatan. Hal ini penting karena pada produk PAYDI terdapat Nilai Tunai yang perlu dipastikan kecukupannya agar dapat menopang biaya manfaat asuransi tambahan kesehatan yang dimiliki.

Editor: Heru Febrianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Prudential Indonesia Bayar Klaim Nasabah Rp4,4 Triliun

Ternyata Menabung Saja Tak Cukup

Prudential Indonesia Catat Kinerja Positif, Masuk Daftar Asuransi Terbaik

Inflasi Medis Menguji Ketahanan Industri Asuransi Kesehatan

Pentingnya Diversifikasi Aset Hadapi Dinamika Nilai Tukar Dolar AS

Finance 5 menit yang lalu Pentingnya Memahami Nilai Tunai dalam PAYDI Penting bagi Nasabah yang ingin memiliki PAYDI untuk terlebih dahulu memahami profil risiko keuangannya.

Macroeconomy 11 menit yang lalu Defisit Transaksi Berjalan RI Melebar US$ 12,5 Miliar Akibat Impor Minyak BI mencatat defisit transaksi berjalan RI melebar menjadi US$ 12,5 miliar pada kuartal II-2026 akibat kenaikan impor minyak.

National 23 menit yang lalu Ratifikasi IEU CEPA Buka Peluang Bisnis dan Investasi Lebih Besar bagi Indonesia dan Uni Eropa Indonesia mendorong investasi Uni Eropa pada sektor bernilai tambah tinggi, seperti manufaktur, energi terbarukan, EV, digital dan farmasi.

Market 24 menit yang lalu Dulu Mengukir Wajah di Emas, Kini Donald Trump Lirik Bitcoin (BTC) Donald Trump dorong emas dan Bitcoin jadi cadangan strategis AS. Simak arah kebijakan aset keras dan dampak terbarunya pada pasar.

Market 24 menit yang lalu Harga Melandai, Emas Perhiasan Diburu Permintaan emas perhiasan dilaporkan tengah meningkat di pasar emas terbesar kedua di dunia.

Market 39 menit yang lalu Optimis pada Harga Emas, Pengusaha Tambang Bilang Begini Pengusaha tambang mengeluarkan proyeksi yang sangat optimis pada harga emas. Ia memprediksi logam mulia tersebut akan naik ke level ini.

Tag Terpopuler

Terpopuler

Tujuh Saham MSCI Murah, Potensi Cuan Maksimal 61%, BBCA Termasuk Menyesal Tak Beli Emas, Harga Melejit 128% Cek Jadwal, BBCA Mau Bagi Dividen Interim Lagi

Penulis : Heru Febrianto 21 Aug 2026 | 14:24 WIB

Melalui peninjauan rutin, nasabah dapat mengetahui kondisi nilai tunai, memastikan kecukupan nilai tunai untuk mendukung keberlangsungan perlindungan, memastikan manfaat perlindungan masih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial Nasabah, sekaligus mengantisipasi apabila diperlukan penyesuaian sebelum polis menjadi tidak aktif. Langkah ini penting dilakukan karena kita juga perlu memastikan produk asuransi yang kita miliki selalu dalam keadaan aktif, sehingga saat benar-benar dibutuhkan, kita tetap dapat terlindungi.

Chief Product Officer Prudential Indonesia Astono Hermawan, menjelaskan pemahaman terhadap cara kerja polis menjadi bagian penting dari perencanaan keuangan jangka panjang. Menurutnya di tengah dinamika ekonomi dan kebutuhan perlindungan yang terus berkembang, penting bagi setiap nasabah untuk memahami bagaimana polis mereka bekerja, termasuk bagaimana Nilai Tunai dapat berubah seiring kondisi pasar, biaya perlindungan, maupun pembayaran premi.

“Dengan melakukan peninjauan polis secara berkala dan berdiskusi dengan tenaga pemasar, nasabah dapat mengambil keputusan yang tepat agar perlindungan tetap sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial mereka,” ujar Astono dalam keterangan rilisnya dikutip di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Ia menambahkan bahwa Prudential Indonesia terus menghadirkan berbagai layanan digital melalui PRUServices yang memudahkan nasabah untuk memantau kondisi polis, hingga memperoleh informasi mengenai manfaat perlindungan yang dimiliki.

Agar perlindungan tetap berjalan sesuai rencana, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan Nasabah. Pertama, bayar Premi sesuai jadwal. Pembayaran Premi secara rutin membantu menjaga keberlangsungan Polis dan mengurangi penggunaan Nilai Tunai untuk membayar Biaya Asuransi dan biaya-biaya lainnya sesuai ketentuan Polis. Agar pembayaran tidak terlewat, Nasabah dapat memanfaatkan fasilitas autodebit sehingga Premi dibayarkan secara otomatis sesuai jadwal.

Selain itu, lakukan review Polis setidaknya setahun sekali. Pastikan manfaat, besaran Premi, dan kondisi Nilai Tunai masih sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan finansial saat ini.

Selanjutnya perhatikan setiap pemberitahuan dari perusahaan asuransi. Pastikan alamat, email, dan nomor telepon yang terdaftar selalu diperbarui agar informasi penting dari perusahaan asuransi maupun tenaga pemasar, seperti kondisi Polis, Nilai Tunai, atau kebutuhan penyesuaian Polis, dapat diterima tepat waktu sehingga dapat mengantisipasi status polis menjadi tidak aktif.

Terakhir, diskusikan dengan tenaga pemasar atau layanan Nasabah. Apabila Nilai Tunai mulai berkurang sehingga terdapat risiko Polis dan/atau Asuransi Tambahan menjadi tidak aktif (lapsed), segera konsultasikan dengan tenaga pemasar atau layanan Nasabah untuk mengetahui opsi yang tersedia sesuai ketentuan Polis, seperti pemulihan (reinstatement) apabila memenuhi persyaratan, penyesuaian Premi, maupun Top-up Nilai Tunai agar perlindungan dapat kembali atau tetap berjalan.

Pada akhirnya, memiliki asuransi bukan hanya tentang membayar Premi, tetapi juga memahami isi dan ketentuan Polis serta bagaimana perlindungan tersebut bekerja sepanjang Masa Pertanggungan. Dengan memahami cara kerja Polis dan melakukan peninjauan Polis secara berkala, Nasabah dapat menjaga agar perlindungan tetap aktif dan memberikan manfaat yang optimal ketika benar-benar dibutuhkan.

Finance 9 menit yang lalu Pentingnya Memahami Nilai Tunai dalam PAYDI Penting bagi Nasabah yang ingin memiliki PAYDI untuk terlebih dahulu memahami profil risiko keuangannya.

Macroeconomy 15 menit yang lalu Defisit Transaksi Berjalan RI Melebar US$ 12,5 Miliar Akibat Impor Minyak BI mencatat defisit transaksi berjalan RI melebar menjadi US$ 12,5 miliar pada kuartal II-2026 akibat kenaikan impor minyak.

National 27 menit yang lalu Ratifikasi IEU CEPA Buka Peluang Bisnis dan Investasi Lebih Besar bagi Indonesia dan Uni Eropa Indonesia mendorong investasi Uni Eropa pada sektor bernilai tambah tinggi, seperti manufaktur, energi terbarukan, EV, digital dan farmasi.

Market 28 menit yang lalu Dulu Mengukir Wajah di Emas, Kini Donald Trump Lirik Bitcoin (BTC) Donald Trump dorong emas dan Bitcoin jadi cadangan strategis AS. Simak arah kebijakan aset keras dan dampak terbarunya pada pasar.

Market 28 menit yang lalu Harga Melandai, Emas Perhiasan Diburu Permintaan emas perhiasan dilaporkan tengah meningkat di pasar emas terbesar kedua di dunia.

Market 43 menit yang lalu Optimis pada Harga Emas, Pengusaha Tambang Bilang Begini Pengusaha tambang mengeluarkan proyeksi yang sangat optimis pada harga emas. Ia memprediksi logam mulia tersebut akan naik ke level ini.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed