I.League Hapus Aturan Wajib Pemain U-23 di Liga 1
I.League bersama PSSI resmi menghapus regulasi wajib memainkan pemain U-23 pada kompetisi Liga 1 musim 2026/2027. Keputusan tersebut disepakati dalam forum management meeting yang melibatkan operator liga, klub, panitia pelaksana, dan unsur pemerintah.
Sebelumnya, setiap klub diwajibkan menurunkan pemain U-23 minimal selama 45 menit di babak pertama. Namun, untuk regulasi kuota pemain asing dipastikan tidak mengalami perubahan, yakni tetap 11 pemain dalam skuad, sembilan didaftarkan, dan delapan dapat dimainkan.
Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, memberikan konfirmasi terkait hasil kesepakatan dalam pertemuan antar pemangku kepentingan tersebut.
"Management meeting itu adalah terobosan baru dari PT Liga bersama PSSI, mengemas salah satu cara untuk menyeragamkan semua yang terlibat. Namanya manajemen itu kan semua terlibat, baik panitia, kemudian juga pemerintah, kemudian klub tentunya menjadi satu kesatuan," kata Dandri Dauri, Manajer Borneo FC.
Penghapusan aturan kuota menit bermain untuk kelompok umur tersebut ditegaskan kembali oleh pihak manajemen klub.
"Enggak lagi pakai itu," ujar Dandri Dauri, Manajer Borneo FC.
Selain perubahan aturan pemain muda, regulasi anyar juga mewajibkan setiap klub menyertakan dua pelatih lokal dalam struktur tim. Aturan ini dihadirkan guna memberi ruang berkembang bagi para pelatih dalam negeri berlisensi A yang belum mendapat kesempatan di klub profesional.
Pihak Borneo FC mendukung penuh langkah pemberdayaan juru taktik lokal yang digagas oleh federasi.
"Hari ini juga saya melihat potensi PSSI untuk memberdayakan pelatih lokal. Tentunya ini kita harus dukung," kata Dandri Dauri, Manajer Borneo FC.
Manajemen tim asal Samarinda tersebut menilai kebijakan baru ini memicu gairah positif bagi para pelatih domestik.
"Maka dengan kebijakan yang dibuat oleh PSSI, saya melihat ini adalah sebuah keputusan baik, keputusan yang hebat agar pemberdayaan teman-teman pelatih lokal terpacu lagi," ujar Dandri Dauri, Manajer Borneo FC.
Di sisi lain, transformasi Liga 1 yang kini bernama resmi BRI Super League juga memperketat aturan infrastruktur, seperti penerangan stadion, sistem pertiketan digital, hingga sentralisasi hak siar di bawah kendali I.League. Langkah pengetatan regulasi ini diambil untuk meningkatkan nilai komersial serta profesionalisme tata kelola klub.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow