FIFA Sanksi Persib Bandung Terkait Kasus Lama Robert Alberts
Persib Bandung kembali dijatuhi sanksi pendaftaran pemain baru oleh FIFA per 10 Agustus 2026 akibat sengketa lama dengan mantan pelatih Robert Rene Alberts. Informasi larangan transfer selama tiga periode tersebut tercantum dalam pembaruan laman resmi FIFA Registration Bans.
Sanksi administratif ini sempat memicu kekhawatiran lantaran Persib sedang mempersiapkan skuad untuk musim 2026/2027, termasuk mendaftarkan pemain anyar seperti bek asal Kroasia, Danijel Loncar. Sebelumnya, Persib juga pernah masuk daftar serupa pada 29 Mei 2026 akibat sengketa kompensasi pendaftaran pemain dengan Daisuke Sato, sebelum akhirnya dicabut FIFA pada 23 Juli 2026 setelah seluruh kewajiban diselesaikan.
Pihak manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) mengonfirmasi bahwa hukuman terbaru ini merupakan kelanjutan dari persoalan masa lalu dan bukan kasus baru.
"Yang perlu kami tegaskan adalah bahwa ini merupakan kasus lama yang terjadi pada 2022, bukan kejadian baru. Setelah mengetahui adanya keputusan FIFA tersebut, kami langsung melakukan kajian secara menyeluruh untuk memahami posisi kasus dan menentukan langkah yang paling tepat," kata Deputy CEO PT PBB, Adhitia Putra Herawan.
Adhitia menyampaikan bahwa pihak klub bertindak proaktif dalam merespons keputusan federasi internasional tersebut.
"Kami tentu tidak akan tinggal diam. Setiap keputusan dan kewajiban yang harus kami tindaklanjuti akan menjadi perhatian serius. Kami akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menyelesaikannya melalui mekanisme yang berlaku, sebagaimana yang telah kami lakukan pada kasus sebelumnya," jelasnya.
Ia juga menenangkan para pendukung klub terkait proses perekrutan dan administrasi pemain menghadapi kompetisi mendatang.
"Karena itu, kami meminta Bobotoh untuk tetap tenang. Persiapan tim untuk musim 2026/2027 tetap berjalan. Seluruh pemain baru telah kami proses untuk kebutuhan registrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sementara untuk kasus ini kami sedang mengambil langkah penyelesaian yang diperlukan," ujar Adhitia.
Manajemen memastikan penanganan masalah finansial dan hukum ini dilakukan tanpa mengganggu fokus utama tim dalam bersaing di tingkat domestik maupun Asia.
"Kami selalu mengedepankan pola yang rasional, bukan emosional. Setiap persoalan perlu dilihat secara objektif, dipelajari secara menyeluruh, kemudian ditentukan langkah berdasarkan skala prioritas. Dengan begitu, kami dapat menyelesaikan apa yang harus diselesaikan tanpa kehilangan fokus terhadap tujuan utama Persib," pungkasnya.
Mantan pemain Persib, Daisuke Sato, juga memberikan penjelasan terkait latar belakang sengketa hukumnya pada masa lalu yang sempat memicu sanksi awal bagi klub.
"Masalah ini bukan merupakan hasil dari laporan baru ataupun tindakan terbaru dari pihak saya. Perkara ini berkaitan dengan sengketa kontrak antara Persib Bandung dan saya, Daisuke Caumanday Sato, setelah kontrak saya diakhiri pada tahun 2023," jelasnya.
Sato menegaskan bahwa langkah hukum yang ditempuh ke FIFA murni untuk memperjuangkan hak profesionalnya.
"Sejak awal, saya berusaha menangani situasi ini secara profesional dan melalui jalur yang semestinya," kata Sato.
Ia menambahkan alasan di balik keputusannya membawa masalah pemutusan kontrak sepihak tersebut ke badan sepak bola dunia.
"Namun, karena cara situasi kontraktual saya ditangani saat itu serta kondisi yang saya hadapi, saya tidak memiliki pilihan yang wajar selain melindungi hak-hak saya melalui proses hukum," tutur Sato.
Proses penyelesaian administratif antara manajemen Persib dan FIFA saat ini masih terus berjalan untuk memastikan sanksi pencabutan registrasi pemain segera diangkat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow