IHSG Diproyeksikan Menguat dan Uji Level Resistance Baru

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan bakal meneruskan tren kenaikan pada perdagangan Selasa, 14 Juli 2026. Pergerakan positif ini terjadi setelah indeks berhasil kembali melewati zona psikologisnya.

Dilansir dari Investor Daily, IHSG sebelumnya ditutup menguat sebesar 1,92% menuju posisi 6.037,8. Kenaikan tersebut ditopang oleh reaksi positif pelaku pasar atas keputusan S&P Global Ratings.

Lembaga pemeringkat tersebut mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB/A-2 dengan prospek stabil. Langkah ini sukses meredam kekhawatiran pasar terhadap risiko penurunan rating.

Dampak positif dari keputusan S&P langsung mendorong apresiasi pada saham sektor perbankan dan komoditas. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terpantau masih mengalami pelemahan ke posisi Rp 18.109 per dolar AS.

Aktivitas pasar hari ini juga akan dipengaruhi oleh publikasi data inflasi Amerika Serikat untuk periode Juni. Inflasi utama AS diproyeksikan melandai ke angka 3,9% YoY dari periode sebelumnya sebesar 4,2% YoY.

Sementara itu, Core CPI atau inflasi inti AS diperkirakan bertahan di level 2,9% YoY. Data ekonomi yang melampaui estimasi berisiko memperpanjang tren suku bunga tinggi dan menekan rupiah.

Sebaliknya, realisasi angka inflasi yang lebih rendah dari proyeksi dapat memicu sentimen risk-on di pasar. Kondisi tersebut berpotensi memberikan dorongan tambahan bagi pergerakan indeks domestik.

Dari pasar global, bursa Wall Street mencatatkan pelemahan pada perdagangan sebelumnya. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,2% ke posisi 52.498,6, sedangkan S&P 500 turun 0,79% ke level 7.575,3.

Pelemahan juga terjadi pada indeks Nasdaq Composite yang merosot sebesar 1,5% menjadi 25.873,1. Pergerakan bursa global ini menjadi salah satu indikator yang dicermati oleh pelaku pasar dalam negeri.

Prospek Teknikal IHSG dan Rekomendasi Saham

Keberhasilan indeks melewati angka 6.000 dinilai memperkuat momentum pemulihan jangka pendek. Berdasarkan analisis teknikal, pergerakan indeks kini berpeluang untuk menguji area resistance di rentang 6.080 hingga 6.120.

“Secara teknikal, keberhasilan IHSG menembus 6.000 memperkuat momentum rebound dengan peluang menguji resistance 6.080–6.120. Selama bertahan di atas support 5.920, tren penguatan jangka pendek masih terjaga,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasannya pada Selasa (14/7/2026).

Untuk aktivitas transaksi hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beberapa saham pilihan. Saham-saham yang dinilai potensial untuk trading harian adalah BUMI, BBNI, dan SUPA.

Aktivitas investor asing di pasar reguler juga menunjukkan dinamika yang beragam. Pada perdagangan Senin, 13 Juli 2026, pemodal asing membukukan aksi beli bersih pada saham TPIA, BRPT, dan BMRI.

Sebaliknya, aksi jual bersih oleh investor asing terpantau melanda sejumlah saham berkapitalisasi besar lainnya. Beberapa saham yang dilepas oleh asing di antaranya adalah BBCA, MAPI, dan ASII.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed