IHSG Menguat ke Level 6.220 Usai Penutupan Piala Dunia 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak ke zona hijau usai berakhirnya gelaran Piala Dunia 2026, seperti dilansir dari Investor Daily. Perdagangan Senin (20/7/2026) pukul 09.23 WIB mencatat IHSG menguat 0,74% menuju level 6.220.
Penguatan indeks ditopang oleh 386 saham yang menghijau. Sementara itu, terdapat 148 saham yang melemah dan 195 saham diperdagangkan stagnan.
Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi incaran utama investor. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) membukukan aksi beli bersih (net buy) dari investor asing cukup signifikan.
Data aplikasi Stockbit Sekuritas mencatat saham BBCA meraih net buy Rp 118,2 miliar. Nilai saham BBCA melonjak 1,16% ke harga Rp 6.550 per lembar.
Saham BBRI mencatatkan net buy sebesar Rp 55,9 miliar. Harga saham BBRI menguat 3,37% hingga menyentuh posisi Rp 3.070.
Sektor perbankan besar kembali mendapat akumulasi asing, seperti disorot BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS). Perdagangan Jumat pekan sebelumnya menunjukkan net buy asing sebesar Rp 725 miliar di pasar reguler.
Kondisi tersebut bertepatan dengan kenaikan IHSG sebesar 1,10% ke posisi 6.175,5. BRIDS menilai angka tersebut mengindikasikan tekanan jual asing mulai mereda.
Tiga saham dengan akumulasi asing tertinggi diduduki BBCA, BMRI, dan BBRI. Nilai akumulasinya masing-masing mencapai Rp 698,2 miliar, Rp 374,8 miliar, dan Rp 267,6 miliar untuk periode perdagangan pekan ini.
Pernyataan Bank Indonesia turut menyumbang sentimen positif bagi pasar modal. BI menegaskan perbankan nasional tidak akan menanggung kerugian BI dalam skema stabilisasi rupiah.
Penegasan tersebut berhasil meredakan kekhawatiran pelaku pasar terhadap prospek sektor keuangan. Langkah stabilisasi rupiah juga diperkuat lewat intervensi pasar NDF offshore, perluasan instrumen valas, serta relaksasi transaksi dealer utama.
Kebijakan tersebut dinilai efektif meningkatkan kepercayaan investor global. Jika aliran modal masuk terus berlanjut, saham big banks berpotensi menjadi motor utama penguatan IHSG dalam jangka pendek.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow