Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Melonjak Jelang Laga Spanyol-Argentina
Harga tiket pertandingan final Piala Dunia 2026 antara tim nasional Spanyol dan Argentina di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat pada Minggu (19/7/2026) melonjak drastis menjelang sepak mula.
Lonjakan harga pada pasar sekunder ini menjadikan laga pamungkas tersebut sebagai salah satu acara olahraga termahal dalam sejarah, melampaui rekor harga rata-rata tiket Super Bowl 2024.
Data dari SeatGeek menunjukkan harga rata-rata tiket final mencapai 12.751 dolar AS, sementara situs TickPick mencatat harga termurah meroket menjadi 9.500 dolar AS pada Sabtu pagi dari sebelumnya 6.943 dolar AS pada Rabu lalu.
Selain lonjakan harga tiket, FIFA memicu perdebatan dengan menerapkan aturan baru berupa jeda hidrasi wajib tiga menit di tengah setiap babak serta memperpanjang waktu istirahat paruh waktu menjadi sekitar 25 menit demi menyelenggarakan konser musik.
Kebijakan penambahan jeda hidrasi ini dinilai mengubah jalannya permainan karena membagi pertandingan sepak bola menjadi empat kuarter.
"interrupts and changes the identity of a football match much more than I thought." ujar Thomas Tuchel, Pelatih Inggris seperti dilansir nbcnews.com.
Mantan pelatih Uruguay juga mengkritik keras pembagian waktu pertandingan tersebut yang dianggap merusak esensi budaya sepak bola.
"Playing four periods instead of two alters the culturally constructed conception of how to interpret football. In my view, it adds nothing and takes away a lot. When [the match] was divided into four periods, no thought was given to the effect it might have on what makes football such a captivating sport." kata Marcelo Bielsa, Mantan Pelatih Uruguay.
Di sisi lain, perpanjangan durasi istirahat paruh waktu untuk konser Justin Bieber, Madonna, Shakira, dan BTS turut memicu kekhawatiran mengenai kebugaran fisik para pemain di lapangan.
"I think the halftime for the final should be 15 minutes because those are the rules," kata Nestor Lorenzo, Mantan Pelatih Kolombia sebelum laga Copa America terdahulu.
"But now apparently, because there's going to be a concert, we'll be walking back out 20 to 25 minutes later. This could affect the players' fitness. They could cool down too much. Those minutes of recovery in the dressing room … people don't understand what it takes to reach those levels." tutur Nestor Lorenzo melanjutkan.
Menghadapi tensi tinggi laga final ini, kapten tim nasional Spanyol menegaskan kesiapan penuh skuadnya untuk beradaptasi dengan segala situasi taktis dan fisik melawan Argentina.
"Menurut saya, Anda belum pernah melihat Spanyol yang sama di setiap pertandingan. Saya rasa pertandingan hari Minggu nanti akan sangat berbeda; laga ini akan lebih mengandalkan fisik dan kami harus siap," ujar Rodri, Kapten Spanyol seperti dilansir CNN Indonesia dari ESPN.
Gelandang Manchester City tersebut menambahkan bahwa fleksibilitas taktik menjadi keunggulan utama negaranya dalam turnamen akbar ini.
"Saya yakin, jika ada satu hal yang menjadi ciri khas tim nasional ini, itu adalah kemampuan kami memainkan gaya permainan yang berbeda sesuai dengan situasi yang dihadapi," kata Rodri melanjutkan.
La Furia Roja berkomitmen untuk tampil komplet dalam menyerang maupun bertahan demi membendung ambisi mempertahankan gelar milik juara bertahan.
"Jadi, kami harus beradaptasi-baik saat harus bertahan, melakukan serangan balik, maupun saat melancarkan serangan. Kami adalah tim yang sangat komplet, dan itulah alasan kami berada di sini," ucap Rodri.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow