Harga Emas Dunia Turun Akibat Eskalasi Konflik Selat Hormuz

Smallest Font
Largest Font

Harga emas dunia mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Kamis (6/8/2026) waktu setempat setelah sempat melonjak lebih dari 4 persen pada hari sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga minyak global, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Emas spot ditutup melemah 0,15 persen ke level US$ 4.240,69 per ons troi, sementara kontrak berjangka emas Amerika Serikat turut terkoreksi 0,15 persen menjadi US$ 4.298,6 per ons troi. Perubahan sentimen pasar dipicu oleh potensi pembatasan pelayaran kapal-kapal yang dianggap bermusuhan di Selat Hormuz oleh parlemen Iran, yang langsung mendorong harga minyak naik lebih dari US$ 3 per barel.

Kenaikan harga energi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat akan mempertahankan suku bunga tinggi guna meredam laju inflasi.

"Kenaikan harga minyak mentah kembali memicu kekhawatiran inflasi sehingga memengaruhi pergerakan emas," ujar Jim Wyckoff, Analis Pasar di American Gold Exchange.

Selain ketegangan geopolitik, para pelaku pasar saat ini tengah mencermati rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dijadwalkan keluar pada Jumat waktu setempat untuk memproyeksikan arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya.

"Data tenaga kerja AS akan memberikan petunjuk baru mengenai langkah bank sentral dalam menentukan suku bunga pada pertemuan berikutnya," kata Bob Haberkorn, Analis Senior StoneX.

Berdasarkan indikator CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga The Fed berada di angka 57 persen untuk pertemuan September dan meningkat hingga 84 persen pada Desember. Suku bunga yang tinggi umumnya menekan daya tarik emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil langsung.

Haberkorn juga menambahkan bahwa lonjakan harga emas pada sesi sebelumnya terjadi karena masuknya kembali dana investor setelah harga menembus sejumlah level teknikal penting.

Meskipun demikian, posisi harga emas saat ini tercatat masih berada sekitar 24 persen di bawah rekor tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 5.594,82 per ons troi yang diraih pada akhir Januari. Sementara itu, pergerakan komoditas logam mulia lainnya ditutup bervariasi, dengan harga perak spot melorot 0,9 persen ke US$ 61,54 per ons troi, platinum turun 0,6 persen menjadi US$ 1.724,64 per ons troi, dan paladium menguat 0,6 persen ke posisi US$ 1.371,48 per ons troi.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed