Harga Emas Diproyeksi Fluktuatif Akibat Sentimen Geopolitik
Harga emas dunia diprediksi kembali memasuki tren yang fluktuatif pada pekan depan akibat terpengaruh sejumlah sentimen global. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi pada Minggu, 26 Juli 2026, dilansir dari Investor Daily.
Pergerakan komoditas ini membentang di antara level dukungan dan ketahanan tertentu. Apabila mengalami penurunan, harga emas diperkirakan menyentuh titik dukungan pertama sebelum berpotensi merosot lebih jauh ke batas berikutnya.
"(Harga emas) bisa terkoreksi, kemungkinan support pertama di US$ 3.968 per troy ounce. Apabila melemah kembali, support kedua harga emas di US$ 3.871 per troy ounce," ungkap Ibrahim dalam keterangannya pada Minggu (26/7/2026).
Di sisi lain, peluang penguatan tetap terbuka menuju level resistensi yang telah dipetakan oleh para analis.
"Namun, Ibrahim juga melihat adanya peluang harga emas kembali menguat di resistance pertama US$ 4.148 per troy ounce," kata Ibrahim.
Laju penguatan lebih lanjut berpotensi menguji batas resistensi kedua jika dorongan pasar cukup kuat.
"Kemudian seandainya harga emas dunia kembali menguat maka resistance kedua di US$ 4.240 per troy ounce," katanya.
Gejolak harga ini dipicu oleh eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan Laut Kaspia, rencana kenaikan tarif dagang oleh Amerika Serikat, serta ketidakpastian suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat yang dipengaruhi lonjakan harga minyak mentah. Kombinasi faktor tersebut turut menekan mata uang rupiah hingga berpotensi melemah di atas Rp18.000 per dolar AS, yang pada akhirnya menahan penurunan harga logam mulia domestik.
"Mempertahankan suku bunga tinggi akan berdampak terhadap penguatan indeks dolar. Apalagi bersamaan dengan geopolitik terutama di Laut Merah yang membuat harga minyak mentah terus mengalami kenaikan," ucapnya.
Kondisi inflasi yang dipicu lonjakan harga minyak membuat pelaku pasar mengantisipasi kebijakan ketat dari Bank Sentral Amerika Serikat.
“Ini mengindikasikan bahwa 18.000, anggaplah 18.200, ini yang akan menahan laju melemahnya harga logam mulia,” ujarnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow