Harga Bitcoin melemah usai inflasi PCE AS di atas perkiraan

Smallest Font
Largest Font

Harga Bitcoin (BTC) melemah pada perdagangan Kamis pagi setelah data inflasi AS melalui indeks PCE naik lebih tinggi dari perkiraan, sehingga pasar menilai kebijakan suku bunga The Fed berpotensi tetap ketat. Kondisi ini juga diikuti pergerakan beragam pada aset kripto lain, termasuk Ethereum dan Binance Coin.

Dilansir dari Investor Daily, pada pukul 06.10 WIB, BTC turun 0,28% menjadi US$ 78.725 per koin, setara sekitar Rp 1,4 miliar dengan kurs Rp 17.867 per dolar AS.

Dilansir dari Investor Daily, kapitalisasi pasar kripto global turun 0,01% menjadi US$ 2,65 triliun dalam 24 jam terakhir. Indeks CoinDesk 20 naik 0,05%, sedangkan Ethereum melonjak 1,53% ke US$ 2.491 dan Binance Coin naik 1,12% ke US$ 704.

Dilansir dari Investor Daily, harga BTC sempat turun di bawah US$ 78.000 setelah pembukaan perdagangan Wall Street pada Rabu. Data TradingView menunjukkan pelemahan harian BTC mencapai sekitar 1%.

Inflasi AS yang menjadi sorotan berasal dari indeks PCE, indikator inflasi pilihan The Fed. Dilansir dari Investor Daily, PCE naik 3,7% secara tahunan pada Juli, lebih tinggi dibanding ekspektasi pasar 3,6%.

Dilansir dari Investor Daily, secara bulanan indeks PCE naik 0,2%. PCE inti yang tidak memasukkan harga pangan dan energi juga meningkat 0,2%.

“Inflasi AS masih berada hampir dua kali lipat dari target The Fed sebesar 2%, tulis The Kobeissi Letter melalui X.

“Inflasi AS masih berada hampir dua kali lipat dari target The Fed sebesar 2%,” tulis The Kobeissi Letter melalui X.

Dilansir dari Investor Daily, pasar menanti pidato Ketua The Fed Kevin Warsh pada Jumat (28/8/2026) dalam simposium ekonomi tahunan Jackson Hole, yang akan menjadi perhatian utama untuk melihat arah kebijakan moneter menjelang keputusan suku bunga September.

Dilansir dari Investor Daily, investor juga mencermati laporan keuangan Nvidia yang dirilis setelah penutupan perdagangan Wall Street pada Rabu. Kinerja perusahaan teknologi itu diperkirakan memicu volatilitas jangka pendek pada aset berisiko, termasuk saham teknologi dan kripto.

Pelaku pasar juga menunggu penutupan harga bulanan Agustus untuk melihat apakah pelemahan dapat berbalik. Dilansir dari Investor Daily, trader dan analis Rekt Capital mengingatkan BTC masih berisiko melanjutkan pola lower high sejak Oktober 2025.

“Penutupan bulanan di bawah resistance biru tidak hanya akan memperkuat lower high makro berikutnya, tetapi juga membentuk resistance yang bertepatan dengan garis tren turun makro,” kata Rekt Capital melalui X.

Dilansir dari Investor Daily, ia menilai selama pola lower high tersebut belum ditembus, kenaikan BTC dalam sepekan terakhir masih dapat dikategorikan sebagai relief rally dalam tren yang lebih luas. Rekt Capital juga menyoroti EMA 50 pekan di US$ 77.251 sebagai level penting yang perlu direbut kembali dan dipertahankan.

Dilansir dari Investor Daily, penutupan bulanan BTC di atas level tersebut terakhir kali terjadi pada Oktober 2025.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed