Greg Rusedski Puji Sikap Alexandra Eala Jelang US Open 2026
Mantan petenis peringkat empat dunia Greg Rusedski mengagumi mentalitas serta strategi penjadwalan Alexandra Eala usai sang petenis Filipina terhenti di babak ketiga Cincinnati Open 2026 setelah kalah dari Amanda Anisimova 4-6, 6-4, 6-2.
Kekalahan dari Anisimova tersebut mengakhiri laju positif Eala di rangkaian turnamen lapangan keras Amerika Utara, setelah sebelumnya berhasil menembus peringkat 20 besar dunia dan meraih gelar WTA Tour pertamanya di Washington.
Melalui siniar Off Court, Rusedski menyoroti keteguhan sikap petenis berusia 21 tahun itu dalam menghadapi hasil pertandingan tanpa mencari alasan.
"Dia tidak punya alasan. Dia tampil, jika menang; dia menang, jika kalah; dia kalah. Tidak ada alasan, saya memberikan 110 persen. Sikapnya ada di sana," kata mantan petenis Inggris, Greg Rusedski.
Rusedski menilai perjalanan Eala menjuarai turnamen di Washington sangat luar biasa karena harus melewati undian pertandingan yang sangat berat.
"Dia unggul satu set dengan mudah, 3-0, mendapat kemenangan default [melawan Ruse], sekarang dia melangkah menghadapi Anisimova, dan semua orang berkata, 'Oh, undian ini bakal sangat sulit' - dia memenangkan Washington dalam salah satu undian paling sulit untuk memenangkan ajang itu," ujar Greg Rusedski.
Kekaguman Rusedski membuatnya sengaja memasang alarm agar tidak terlewat menyaksikan laga Eala kontra Anisimova.
"Jadi, saya sangat terkesan dengan Eala. Tidak sabar melihatnya bermain melawan Anisimova - itu laga blockbuster. Saya memasang alarm untuk menonton yang satu itu. Tidak sabar menunggu laga itu dimulai," ucap Greg Rusedski.
Selain masalah mental bertanding, Rusedski juga memuji cara tim Eala mengatur jadwal pertandingan menjelang turnamen Grand Slam US Open 2026.
"Saya melihatnya seperti ini - dia memiliki Rafael Nadal sebagai mentor, dia pernah berada di akademi Nadal. Dia pernah menjadi pemain nomor 1 dunia junior, dan dia memiliki pelatihnya, yang melakukan pekerjaan sangat baik," kata Greg Rusedski.
Menurutnya, keputusan mengambil jeda seminggu sebelum US Open merupakan langkah yang sangat tepat untuk menjaga kondisi fisik.
"Jadi, ini adalah persiapan ideal: Washington, Toronto; kalah di pertandingan ketiganya; sekarang dia bermain di Cincinnati. Ada libur seminggu minggu depan, jadi dia membuat jadwal dengan sempurna," tutur Greg Rusedski.
Ia menambahkan bahwa keberadaan mentor berpengalaman seperti Nadal membantu Eala menghindari kesalahan penjadwalan.
"Jika dia bermain di minggu sebelum US Open, maka ada masalah. Hal yang bagus dengan pelatihnya - mereka selalu bisa mendatangi Rafa, seperti yang dilakukan [Iga] Swiatek dengan [Francisco] Roig, dan mendapatkan keseimbangan itu," ujar Greg Rusedski.
Pendampingan tersebut dinilai penting agar Eala tidak mengalami kelelahan akibat terlalu banyak bertanding di usia muda.
"Dan dia (Nadal) memahami itu, karena dia pernah mengalaminya di awal kariernya di mana dia sedikit terlalu banyak bermain dengan Paman Toni, lalu dia menyeimbangkannya tergantung usianya ketika dia bersama [Carlos] Moya," kata Greg Rusedski.
Rusedski optimistis petenis peringkat 20 dunia itu memiliki masa depan cerah dan tidak akan mengulangi kesalahan pemain muda lainnya.
"Jadi, saya pikir dia akan bijak, dia melihat jangka panjang. Saya hanya berpikir dia adalah titik terang bagi WTA, dan saya tidak berpikir dia akan membuat kesalahan yang dibuat para pemain di masa lalu," tutur Greg Rusedski.
Keberhasilan menjuarai ajang di Washington usai menumbangkan petenis peringkat tiga dunia Jessica Pegula 4-6, 6-4, 6-0 menjadi motivasi besar bagi Eala.
"Wah, saya mencapai itu. Oke, mari kita kejar lebih banyak lagi," kata petenis Filipina, Alexandra Eala kepada WTA.
Pencapaian bersejarah Eala mendapat dukungan masif dari para penggemar Filipina yang hadir di stadion sepanjang rangkaian turnamen di Amerika Utara.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow