Gerindra Salurkan Bantuan Rp1 Miliar dan Tinjau Lokasi Gempa NTT

Smallest Font
Largest Font

Partai Gerindra menyalurkan bantuan senilai Rp1 miliar serta mengirimkan obat-obatan untuk membantu warga terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur pada Kamis (20/8/2026).

Aksi kemanusiaan tersebut mencakup pendirian dapur umum di Kabupaten Ngada serta peninjauan langsung ke fasilitas kesehatan yang menangani ribuan pengungsi bencana.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 9.290 warga masih bertahan di pengungsian, dengan konsentrasi terbesar berada di Kabupaten Sikka sebanyak 3.356 jiwa dan Kabupaten Manggarai sebanyak 2.078 jiwa.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Sugiono menyampaikan bahwa dukungan finansial dan operasional ini disalurkan melalui DPD Partai Gerindra Provinsi NTT agar dapat segera dimanfaatkan di lapangan.

"Partai Gerindra tidak larut dalam perayaan HUT RI saja, tetapi bergerak sebagai bentuk solidaritas," kata Sugiono, Minggu (16/8), dilansir dari cnnindonesia.com.

Penanganan darurat di Kabupaten Ngada turut difokuskan pada pemenuhan gizi kelompok rentan melalui penyediaan makanan siap saji dari dapur umum pengungsian.

"Kami berharap langkah ini dapat meringankan beban warga, seraya terus mendoakan agar saudara-saudara kita di Flores senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, dan kelancaran dalam pemulihan pascabencana," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Gerindra NTT Fernando Jose Osorio Soares menyoroti terbatasnya akses medis dan fasilitas kesehatan saat meninjau wilayah terdampak pada Kamis (20/8/2026).

"Jadi itu kita berharap ini Bapak Presiden, Pemerintah Pusat, rencana ambulans udara. Kami di wilayah kepulauan ini sangat butuh. Mungkin orang di tempat lain tidak butuh, tapi kami di tempat ini sangat membutuhkan," kata Fernando dalam keterangannya dilansir dari news.detik.com.

Dalam kunjungan tersebut, Fernando mendatangi puskesmas setempat yang hanya memiliki satu dokter dan 15 perawat untuk melayani 5.774 warga di tengah situasi pascabencana.

"Dokter-dokter spesialis, mereka memberikan banyak rekomendasi. Jadi kita bawa obat lumayan banyak. Mudah-mudahan ini bisa menambah stok obat di sini dan juga mungkin obat yang belum ada di sini bisa menjadi lengkap," ucapnya.

Keterbatasan tenaga medis dan luasnya sebaran pemukiman warga menjadi kendala utama dalam evakuasi dan penanganan pasien kritis.

"Bayangkan, 5.774 dilayani oleh satu dokter, 15 perawat. Pada saat kondisi bencana, bagaimana? Kemudian tersebar, jauh-jauh. Bagaimana untuk kita menyelamatkan nyawa?" ungkapnya.

Penyediaan armada transportasi udara dinilai sangat mendesak untuk mempercepat distribusi pasokan medis serta rujukan pasien dari kawasan terpencil.

"Ini kita bukan bicara apa. Ini nyawa. Orang yang tidak paham, orang yang tidak ada di situasi itu mungkin pikir bahwa kita omong kosong. Tapi kalau mereka yang menghadapi situasi begini, ini sangat-sangat kita butuhkan," jelasnya.

Kebutuhan pengadaan ambulans udara diharapkan dapat segera direalisasikan oleh pemerintah pusat guna mempercepat evakuasi di daerah kepulauan.

"Jadi itu kita berharap. Ini Bapak Presiden, Pemerintah Pusat, rencana ambulans udara. Kami di wilayah kepulauan ini sangat butuh.

Mungkin orang di tempat lain tidak butuh. Tapi kami di tempat ini sangat membutuhkan. Dan saya yakin di seluruh wilayah Indonesia pasti butuh," pungkas Fernando.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed