Komdigi Salurkan 15 Ton Logistik dan Starlink untuk Gempa NTT
Kementerian Komunikasi dan Digital menyalurkan bantuan berupa 15 ton logistik serta 20 unit perangkat konektivitas Starlink bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 22 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.
Penyerahan dukungan secara simbolis tersebut dilakukan oleh Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi RI, Fifi Aleyda Yahya, kepada Kepala Subbagian Tata Usaha Badan Penghubung Daerah NTT di Jakarta, Christine Editha Mau.
Pengiriman bantuan bahan pokok seperti beras, mi instan, air mineral, makanan bayi, selimut, hingga tikar ini ditujukan untuk meringankan beban para korban serta mempercepat koordinasi pemulihan di wilayah bencana.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga yang tertimpa musibah.
"Bantuan ini adalah ikhtiar kami untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kami yang menjadi korban gempa NTT," kata Menkomdigi Meutya Hafid.
Penyediaan perangkat internet satelit Starlink juga difokuskan untuk memulihkan jaringan komunikasi dan mempermudah penanganan darurat di lapangan.
"Setiap paket yang kami kirimkan bukan sekadar barang, tetapi titipan doa dan harapan agar saudara-saudara kami di NTT lekas bangkit," tuturnya Menkomdigi Meutya Hafid.
Pemerintah turut memberikan apresiasi atas kepedulian masyarakat luas yang saling membantu mengatasi dampak musibah ini.
"Pemerintah mengapresiasi setiap bentuk solidaritas masyarakat bagi saudara-saudara kita di NTT. Banyaknya doa dan bantuan untuk korban gempa yang dikirimkan menunjukkan semangat kemanusiaan dan gotong royong yang selalu hidup di tengah bangsa Indonesia," papar Menkomdigi Meutya Hafid.
Meutya mengimbau agar aksi kepedulian terus ditingkatkan demi mendukung percepatan proses pemulihan seluruh wilayah terdampak.
"Mari kita terbangkan harapan lewat tiap bantuan yang dikirim ke NTT dan daerah terdampak gempa lainnya. Karena luka mereka adalah luka kita juga, dan bangkit adalah satu-satunya tujuan bersama," lanjutnya Menkomdigi Meutya Hafid.
Selain menyalurkan bantuan fisik, Komdigi bersama para penyedia layanan telekomunikasi telah menyelesaikan perbaikan infrastruktur sinyal di wilayah NTT.
Sebanyak 812 pemancar sinyal atau site BTS yang tersebar di sebelas kabupaten terdampak gempa kini telah sepenuhnya beroperasi kembali secara normal.
"Sejak awal, kami memastikan percepatan penanganan site/BTS yang terdampak gempa NTT. Saat ini site/BTS yang mengalami gangguan 100 persen telah berhasil dipulihkan. Kami menyadari pemulihan layanan telekomunikasi menjadi salah satu upaya penanganan dan pemulihan pascabencana agar masyarakat tetap dapat terhubung, sekaligus memudahkan koordinasi penanganan bencana," tutup Menkomdigi Meutya Hafid.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow