Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Kyushu Jepang dan Rusak Infrastruktur

Smallest Font
Largest Font

Gempa bumi dangkal berkekuatan magnitudo 6,8 mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang, pada Selasa, 28 Juli 2026 pukul 14.27 WIB. Bencana tektonik ini memicu guncangan ekstrem hingga merusak berbagai fasilitas publik serta menyebabkan puluhan warga terluka.

Pusat gempa terdeteksi berada di darat pada kedalaman 10 kilometer, berjarak 5 kilometer sebelah timur Kota Uto dan 4 kilometer tenggara Uki. Badan Meteorologi Jepang mencatat intensitas seismik mencapai tingkat maksimum Shindo 7, yang sempat mengaktifkan peringatan tsunami setinggi 1 meter sebelum akhirnya dicabut.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengonfirmasi bahwa seluruh warga negara Indonesia di kawasan terdampak berada dalam kondisi aman. Pihak KBRI Tokyo terus berkoordinasi dengan simpul komunitas WNI di wilayah Kumamoto dan Kyushu guna memantau perkembangan situasi.

"Sejauh ini, belum terdapat laporan terkait WNI yang terdampak gempa di kedua wilayah tersebut. Seluruhnya dilaporkan dalam kondisi aman," ucap Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Heni Hamidah.

Pemerintah Indonesia memastikan pemantauan akan terus dilakukan secara intensif pascabencana. KBRI Tokyo juga mengimbau seluruh WNI di Jepang untuk tetap tenang dan memantau kanal informasi resmi.

"Gempa juga dilaporkan mengakibatkan sejumlah kerusakan pada fasilitas dan rumah warga," katanya.

Heni memaparkan bahwa pihak berwenang terus menyelaraskan informasi dengan otoritas setempat demi memastikan keselamatan warga.

"Kemlu melalui KBRI Tokyo akan terus memantau perkembangan situasi, serta berkoordinasi dengan otoritas Jepang dan simpul komunitas WNI di wilayah Kumamoto serta Kyusu," pungkasnya.

Dampak guncangan Shindo 7 mengakibatkan setidaknya 50 warga di wilayah Hikawa mengalami luka-luka. Bencana ini juga memicu kerusakan benteng bersejarah Yatsushiro Castle Ruins dan Kumamoto Castle, kebakaran di pusat perbelanjaan Aeon Mall Kumamoto, pemadaman listrik massal, hingga kelumpuhan akses jalan tol dan kereta cepat Shinkansen.

Pakar kebencanaan dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia menjelaskan bahwa guncangan keras ini dipicu oleh aktivitas tektonik pada Zona Sesar Hinagu, yang berada dalam satu sistem dengan gempa besar M7,0 tahun 2016.

"Dampak dari guncangan Shindo 7 merusak berbagai infrastruktur publik serta pemukiman warga secara masif. Laporan awal dari wilayah Hikawa mencatat setidaknya 50 warga mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit," kata Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia Daryono.

Daryono menambahkan bahwa struktur sesar aktif tersebut memiliki karakteristik gerak geser mendatar yang terhubung langsung dengan Sesar Futagawa.

"Sesar Hinagu sendiri merupakan struktur sesar aktif di darat yang membentang dari wilayah tengah hingga barat daya Prefektur Kumamoto. Secara tektonik, sesar ini berkarakteristik geser mendatar mengiri (left-lateral strike-slip) dengan sedikit komponen vertikal (oblique-normal)," ucapnya.

Tim seismologi mengingatkan warga dan otoritas lokal untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan jika akumulasi tegangan di segmen selatan masih tersimpan.

"Apabila akumulasi tegangan di segmen selatan tersebut masih tersimpan, potensi kemunculan gempa susulan yang cukup kuat dapat terjadi, mengulang pola krisis seismik beruntun sebagaimana rentetan gempa Kumamoto 2016. Atas dasar ini, masyarakat beserta otoritas lokal diimbau untuk terus berada dalam tingkat kewaspadaan tertinggi," jelasnya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed