Gempa M 7,7 Guncang NTT 4 Orang Meninggal dan 5 Bandara Rusak
Gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang kawasan Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 WITA, yang menyebabkan empat orang meninggal dunia dan lima bandara mengalami kerusakan fasilitas.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika merilis titik pusat gempa utama berada di kedalaman 10 kilometer hingga 15 kilometer. Rangkaian guncangan susulan berkekuatan M 6,2, M 4,5, hingga M 5,6 turut bergetar hingga ke wilayah Labuan Bajo dan sekitarnya.
Pendataan sementara mencatat empat korban jiwa tersebar di wilayah Terang Manggarai Barat, Reo Manggarai, dan Maumere Sikka, serta dua warga dilaporkan mengalami luka-luka. Dampak guncangan juga menyebabkan tanah longsor dan tiang listrik roboh di jalur Lintas Labuan Bajo–Ruteng, Bajawa–Ende, Ruteng–Borong, dan Ende–Moni.
Kerusakan infrastruktur penerbangan teridentifikasi di lima lokasi, meliputi Bandara Komodo Labuan Bajo, Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende, Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu, Bandara Frans Sales Lega Ruteng, serta Bandara Soa Bajawa. Kerusakan fisik menyasar bangunan terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, hingga retakan sedang pada landasan pacu di Bajawa.
Kerusakan yang dilaporkan antara lain berupa kerusakan dan retakan pada bangunan terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, serta fasilitas pendukung lainnya, kata Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dalam keterangan tertulis.
Otoritas penerbangan mengonfirmasi bahwa seluruh personel navigasi penerbangan di lokasi terdampak berada dalam kondisi selamat. Operasional navigasi untuk temporary dipindahkan ke lokasi aman demi memastikan kelancaran pelayanan penerbangan dan pengiriman bantuan bencana melalui skema Get Airport Ready for Disaster.
Sektor pariwisata di destinasi super prioritas Floratama turut merasakan dampak, termasuk penutupan sementara pelayaran yang sempat menahan 986 wisatawan di Pulau Padar sebelum akhirnya dipulangkan selamat ke Labuan Bajo. Kerusakan bangunan juga dialami Hotel Jayakarta, Hotel Papita Mbay, serta fasilitas umum seperti Pelabuhan Maumere, Unika St. Paulus Ruteng, dan RSUD Ruteng.
Kementerian Pariwisata bersama BPOLBF terus mengaktifkan posko koordinasi darurat dan mengimbau masyarakat serta wisatawan agar tetap tenang serta memantau informasi resmi dari BMKG dan instansi berwenang, mengingat potensi gempa susulan masih dapat terjadi dalam 24 jam.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow