Gempa M5,8 Guncang Flores BMKG Memprediksi Susulan 30 Hari

Smallest Font
Largest Font

Wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur diguncang gempa bumi tektonik bermagnitudo M5,8 pada Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 05.45 WIB. BMKG memastikan gempa dangkal berkedalaman 10 kilometer di darat ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.

Pusat gempa atau episenter berada di koordinat 8,35 LS dan 120,63 BT, tepatnya berlokasi 34 kilometer arah timur laut Ruteng, Manggarai. Peristiwa akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust ini memiliki mekanisme pergerakan turun.

Dampak guncangan dirasakan hingga skala V-VI MMI di Kabupaten Manggarai, IV MMI di Nagekeo, III-IV MMI di Manggarai Barat, serta III MMI di Sikka. Kerusakan ringan hingga dinding jatuh dilaporkan terjadi di wilayah Manggarai.

BMKG menjelaskan peristiwa ini merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa utama M7,7 yang melanda Flores pada 15 Agustus 2026. Deputi Bidang Geofisika BMKG menyatakan tren gempa susulan diperkirakan masih akan berlangsung dalam durasi cukup panjang.

"Berdasarkan hasil pemantauan kami, aktivitas gempa susulan masih akan berlanjut. Secara umum grafiknya menunjukkan tren menurun. Berdasarkan data saat ini, gempa susulan diprediksi berlanjut sekitar 21 hingga 30 hari ke depan, namun frekuensinya akan berkurang," kata Nelly Florida Riama, Deputi Bidang Geofisika BMKG.

Pusat gempa susulan tersebut utamanya terpusat di wilayah Flores bagian tengah dan barat yang terhubung dengan zona tektonik.

"BMKG terus melakukan pemantauan dan analisis terhadap aktivitas ini untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai aktivitas seismik tersebut," kata Riama.

Tingginya frekuensi gempa susulan ini dipicu oleh penyesuaian kerak bumi pasca-gempa utama.

"Banyaknya jumlah gempa susulan terjadi karena kerak bumi sedang menyesuaikan atau melepaskan energi untuk mencapai keseimbangan baru setelah gempa utama yang besar," jelas Riama.

Catatan BMKG hingga Rabu sore menunjukkan telah terjadi ribuan kali gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara 1,1 hingga 6,2. Sebanyak 86 gempa dirasakan warga dan 25 kejadian di antaranya bermagnitudo 5 atau lebih.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana memverifikasi kerusakan rumah warga terdampak gempa untuk penyiapan bantuan. Kepala BNPB menyampaikan bahwa bantuan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan setelah proses pendataan selesai secara akurat.

"Untuk rumah rusak ringan, kami akan memberikan bantuan sebesar Rp15 juta, sedangkan rumah rusak sedang akan menerima bantuan sebesar Rp30 juta," papar Suharyanto, Kepala BNPB.

BNPB juga mendistribusikan total 398 ton bantuan logistik sejak 15 hingga 18 Agustus 2026 melalui jalur darat dan udara. BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed