Franco Baresi Meninggal Dunia Setelah Karier Gemilang dan Perjuangan Hidup

Smallest Font
Largest Font

Legenda sepak bola Italia, Franco Baresi, meninggal dunia pada usia 66 tahun, setelah dikenal luas melalui kariernya yang mengesankan bersama klub Milan dan tim nasional Italia.

Baresi mengabdikan seluruh kariernya sebagai pemain sepak bola profesional di Milan selama dua dekade, dari tahun 1977 hingga 1997. Ia menjabat sebagai kapten selama 15 tahun dan meraih berbagai prestasi, termasuk enam gelar Serie A, tiga gelar Liga Champions, dua Piala Interkontinental, dua Piala Super Eropa, dan empat Piala Super Italia. Di level internasional, ia menjadi juara dunia bersama Italia pada 1982 dan runner-up pada 1994, menurut cremonaoggi.it.

Setahun sebelum meninggal, Baresi menjalani operasi pengangkatan nodul paru-paru dan memulai perjuangannya melawan penyakit. Ia dirawat di rumah sakit Humanitas Rozzano dekat Milan. Penampilan publik terakhirnya terjadi pada Februari 2026 saat membawa obor Olimpiade dalam acara Milano Cortina 2026 bersama Beppe Bergomi, sahabat dan rival di derbi Milan.

Pada Mei 2024, Baresi menjadi tamu di Opera Pia Santissimo Redentore di Castelverde dalam acara Festival Relawan kedua. Bersama putranya dan seorang teman, ia mengunjungi fasilitas tersebut bersama Don Claudio Rasoli, presiden Opera Pia. Dalam sambutannya, Baresi mengapresiasi orang-orang yang merawat kelompok rentan dan lemah. Ia juga memberi penghargaan kepada para atlet muda dan dewasa dalam lomba lari lintas alam, menunjukkan sisi kemanusiaannya yang besar, seperti dilaporkan cremonaoggi.it.

Selain prestasinya di lapangan, kehidupan Baresi juga menghadapi tantangan berat di luar sepak bola. Setelah pensiun, berbagai investasi bisnis yang ia jalankan, terutama di sektor properti dan pakaian, mengalami kegagalan yang signifikan. Keruntuhan bank kecil Credieuronord pada awal 2000-an menjadi salah satu penyebab penurunan kekayaannya, di mana Baresi kehilangan sejumlah besar modal dan jaminan yang diberikan atas saran buruk dari konsultan keuangan, menurut quotidiano.net.

Pada 2005, Baresi dan keluarganya terseret dalam masalah hukum terkait penipuan dan pencucian mobil mewah. Istri Baresi saat itu, Maura Lari, dituduh menjadi penghubung dalam jaringan penipuan, tuduhan yang selalu dibantah keras oleh pihaknya. Pada Agustus 2005, Baresi juga tersangkut dalam kasus penipuan seni terkait lukisan berharga yang digunakan sebagai jaminan dalam transaksi jual beli. Ia memilih jalur perdamian dengan mendapat hukuman tiga bulan penjara yang dikonversi menjadi denda 5.900 euro, seperti dikabarkan quotidiano.net.

Masalah hukum dan keuangan ini menyebabkan pengurangan besar dalam aset Baresi. Namun, klub Milan terus mendukungnya dengan memberinya posisi pelatih tim muda dan kemudian sebagai wakil presiden kehormatan, memberikan kestabilan kerja dan finansial.

Meski menghadapi ujian berat di luar lapangan, Baresi tetap dihormati sebagai simbol etika kerja, rasa hormat kepada rekan, dan martabat pribadi yang tak tergoyahkan di dunia sepak bola Italia dan internasional.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed