FIFA Selidiki Timnas Argentina Imbas Bentangkan Spanduk Politik Malvinas
Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) memutuskan untuk membuka penyelidikan mendesak terhadap tim nasional Argentina setelah para pemainnya membentangkan spanduk bernuansa politik usai laga semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta pada Rabu, 15 Juli 2026. Langkah penyelidikan tersebut diambil menyusul desakan dari Kantor Perdana Menteri Inggris yang meminta tindakan tegas atas aksi provokatif para pemain Argentina yang membentangkan spanduk bertuliskan slogan politik di lapangan hijau. Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) kini terancam hukuman denda finansial karena dinilai melanggar aturan ketat IFAB dan FIFA yang melarang keras segala bentuk atribut, simbol, atau slogan politik dalam pertandingan sepak bola profesional.
Insiden tersebut bermula saat Giovani Lo Celso, Lisandro Martinez, bersama rekan setimnya membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas Son Argentinas" atau "Falkland adalah milik Argentina" saat merayakan kelolosan mereka ke babak final setelah mengalahkan Inggris dengan skor 2-1.
Aksi ini memicu kemarahan publik Inggris karena wilayah Kepulauan Falkland atau Malvinas merupakan wilayah sengketa historis yang secara de facto berada di bawah kedaulatan Britania Raya sejak berakhirnya Perang Falkland pada tahun 1982. Tindakan para pemain tersebut juga dinilai sangat kontradiktif dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh pelatih Argentina, Lionel Scaloni, beberapa hari sebelum laga panas kontra Inggris tersebut bergulir.
"Ini hanyalah pertandingan sepak bola," ujar Lionel Scaloni, Pelatih Timnas Argentina. Meskipun Scaloni telah berupaya meredam tensi politik sebelum laga, para pemainnya tetap melakukan aksi pembentangan spanduk tersebut di depan tribune penonton, yang kini membuat federasi mereka menghadapi potensi denda serupa seperti denda sebesar 20.000 dolar AS yang pernah mereka terima pada tahun 2014 silam.
"Peralatan tidak boleh memiliki slogan, pernyataan, atau gambar politik, agama, atau pribadi," demikian bunyi aturan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB). Peraturan tersebut juga mempertegas batasan pakaian yang diperbolehkan selama pertandingan resmi berlangsung di bawah naungan FIFA. "Pemain tidak boleh memperlihatkan pakaian dalam yang menampilkan slogan, pernyataan, atau gambar politik, agama, pribadi, atau iklan selain logo produsen," tulis buku peraturan IFAB.
Hingga saat ini, proses pengumpulan informasi dan pendengaran keterangan dari pihak-pihak yang terlibat sedang dipersiapkan oleh komite disiplin FIFA guna menentukan sanksi final bagi kubu Argentina.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow