FC Bayern Kalah Uji Coba Saat Petinggi Obral Pemain Pinjaman

Smallest Font
Largest Font

FC Bayern Munich takluk 1-2 dari tim divisi tiga SV Wehen Wiesbaden dalam laga uji coba pra-musim di BRITA Arena pada Sabtu, 25 Juli 2026. Hasil ini bertepatan dengan langkah manajemen yang tengah berjuang merombak skuad dan melepas sejumlah pemain pinjaman bergaji tinggi.

Kekalahan skuad asuhan Vincent Kompany terjadi lantaran mayoritas pemain pilar belum kembali usai berlaga di Piala Dunia. Gol tuan rumah dicetak oleh Ibrahim Ati Allah pada menit ke-10 dan Lukas Schleimer pada menit ke-83, sedangkan Bayern sempat menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalti Tom Bischof di menit ke-57.

Di luar lapangan, Direktur Olahraga Max Eberl menghadapi tantangan besar untuk melepas tiga pemain yang baru kembali dari masa peminjaman, yakni Joao Palhinha, Sacha Boey, dan Bryan Zaragoza. Langkah pelepasan pemain ini didorong oleh Presiden Kehormatan Uli Hoeneß demi menyeimbangkan beban gaji klub.

Jurnalis Dan Bardell mengulas dinamika negosiasi kepindahan gelandang berusia 31 tahun tersebut ke Liga Inggris.

"Joao Palhinha tetap masuk dalam radar Aston Villa, tapi mengapa kesepakatan ini memakan waktu sangat lama?" kata Dan Bardell.

Proses negosiasi terhambat lantaran Aston Villa juga fokus menyelesaikan agenda transfer lain, termasuk perburuan Alejandro Garnacho. Jurnalis Jacob Tanswell mengonfirmasi bahwa manajemen Bayern sebenarnya tidak menghalangi kepindahan sang gelandang ke Villa Park.

"Saya pikir dengan Palhinha ada beberapa hal yang terjadi," ujar Jacob Tanswell.

Tanswell menambahkan bahwa klub asal Jerman tersebut sangat terbuka untuk melepas Palhinha pada bursa transfer musim panas ini.

"Saya pikir Bayern sangat senang membiarkannya pergi, tetapi kenyataannya Villa sedang sibuk, bukan? Mereka memiliki begitu banyak hal berbeda yang sedang berjalan. Ini tidak berarti kesepakatan batal.

Ini hanya masalah hal-hal lain dan, seperti yang saya katakan kemarin, ini baru bulan Juli. Mari santai saja," kata Jacob Tanswell.

Faktor pribadi pemain dan keberadaan keluarganya turut menentukan tujuan klub berikutnya.

"Palhinha... banyak yang bergantung pada si pemain. Dia pernah di Inggris sebelumnya. Apakah dia ingin kembali ke Inggris?

Apakah dia ingin pergi ke tempat lain? Luar negeri, situasi keluarga juga. Jadi itu tergantung.

Tapi ya, Villa masih di sana. Apakah mereka bisa menyelesaikannya adalah masalah lain," kata Jacob Tanswell.

Hubungan antarmanajemen klub sendiri berjalan relatif lancar tanpa hambatan struktural yang berarti.

"Saya pikir kemajuan dengan Bayern bukan masalah. Ini kebalikan dari Estupiñán sebenarnya. Saya pikir Bayern dan Villa bukan masalahnya, ini terserah Palhinha.

Sementara dengan Estupiñán, syarat pribadi bukan masalah dengan Villa. Begitu juga dengan Emerson Royal. Ini hanya masalah dua klub penjual dan apakah mereka ingin menjual," kata Jacob Tanswell.

Villa terus mempertimbangkan berbagai pilihan sebelum tenggat bursa transfer ditutup.

"Villa kemudian harus memutuskan apakah mereka ingin terus melangkah dengan three pemain ini atau mereka berpikir, seperti yang mereka lakukan dengan Emerson saat ini, mengeksplorasi opsi yang berbeda. Tapi ya, di situlah kita berada. Ada banyak yang harus dilakukan, banyak yang harus diselesaikan, baik pemain masuk maupun keluar," kata Jacob Tanswell.

Selain Aston Villa, Benfica dan Juventus Turin turut memantau situasi Palhinha. Bayern menargetkan pemasukan sebesar 20 hingga 25 juta euro dari penjualan gelandang Portugal tersebut, sementara Sacha Boey dipatok senilai 15 juta euro usai Galatasaray memilih tidak mengaktifkan opsi pembelian permanen.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed