Elnusa Petrofin Lakukan Transformasi Digital Demi Jaga Distribusi Energi
PT Elnusa Petrofin (EPN) menjalankan transformasi digital pada berbagai lini operasional demi menjaga keandalan distribusi energi nasional. Langkah ini bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-30 anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) tersebut pada Sabtu (11/7/2026), sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Perusahaan mengembangkan inovasi strategis berupa Road Traffic Control (RTC) dan Remote Asset Daily Activity Recorder (RADAR). RTC mengintegrasikan teknologi pelacakan GPS dan kamera berbasis kecerdasan buatan untuk memantau pergerakan armada secara waktu nyata, sementara RADAR digunakan untuk mengawasi aset di wilayah terpencil.
Direktur Utama PT Elnusa Petrofin, Doni Indrawan menjelaskan bahwa langkah ini merupakan instrumen penting bagi perusahaan. Perusahaan juga berkomitmen mendukung agenda transisi energi menuju Net Zero Emissions 2060, salah satunya lewat implementasi Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Banten.
"Transformasi digital tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam melindungi pekerja, masyarakat, aset perusahaan, dan lingkungan di sekitar wilayah operasi," ujar Doni Indrawan, Direktur Utama PT Elnusa Petrofin.
Sistem ini dirancang untuk memastikan seluruh proses logistik berjalan sesuai dengan standar keselamatan tinggi. Penerapan teknologi baru ini juga diharapkan mampu menekan potensi penyimpangan rute oleh armada distribusi.
"Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya Elnusa Petrofin dalam memperkuat operational excellence dan Health, Safety, Security, & Environment (HSSE) excellence, sekaligus memastikan setiap proses distribusi energi berlangsung dengan aman, efisien, andal, dan bertanggung jawab," ujar Doni Indrawan, Direktur Utama PT Elnusa Petrofin.
Selain digitalisasi, Elnusa Petrofin kini mulai menyalurkan Biosolar Industri B50 untuk mempercepat transisi ke energi rendah karbon. Transformasi ini menandai perubahan model bisnis dari logistik konvensional menjadi penyedia jasa energi terintegrasi.
"Perusahaan juga terus mendorong efisiensi energi, pengelolaan limbah, penghijauan, konservasi lingkungan, dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG dalam aktivitas bisnisnya," ujar Doni Indrawan, Direktur Utama PT Elnusa Petrofin.
Elnusa Petrofin didirikan pada 5 Juli 1996 dan telah memperluas jaringan operasionalnya dari Sumatra hingga Papua. Pihak manajemen menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan untuk terus membangun infrastruktur energi di Indonesia.
"Selama tiga dekade, kami hadir untuk memastikan energi dapat tersalurkan dengan aman dan andal, sekaligus memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat dan lingkungan Indonesia," ujar Doni Indrawan, Direktur Utama PT Elnusa Petrofin.
Infrastruktur baru yang dikembangkan saat ini meliputi Fuel Terminal Labuan Bajo dan Fuel Terminal Tembilahan. Perusahaan kini bersiap memperkuat penyaluran perdana Biosolar Industri B50 dari Fuel Terminal Indonesia Bulk Terminal Pulau Laut, Kalimantan Selatan.
"Kami ingin memastikan bahwa di balik setiap energi yang tersalurkan, terdapat sistem yang andal, sumber daya manusia yang kompeten, teknologi yang terus berkembang, serta tanggung jawab untuk menjaga keselamatan dan keberlanjutan," kata Doni Indrawan, Direktur Utama PT Elnusa Petrofin.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow