Ekosistem VinFast Mendorong Peluang Baru Industri EV

Smallest Font
Largest Font

Persaingan kendaraan listrik sering kali diukur berdasarkan jumlah pabrik dan angka penjualan. Namun, pengalaman VinFast menunjukkan tolok ukur yang lebih langgeng mungkin terletak pada apakah transisi tersebut mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih baik, komunitas yang lebih tangguh, serta keyakinan yang lebih besar terhadap masa depan.

Selama bertahun-tahun, insinyur asal Indonesia Dennis Ramdan Nugraha harus menghabiskan waktu cukup lama jauh dari rumah karena pekerjaan. Ketika VinFast membuka pabrik perakitan di Subang, perusahaan menawarkan sesuatu yang tidak didapatkannya dari pekerjaan sebelumnya, yaitu kesempatan untuk mengembangkan karier tanpa harus meninggalkan keluarga.

Kisahnya mengingatkan dampak nyata dari sebuah revolusi industri jarang tercermin hanya melalui statistik produksi. Namun, selama ini industri kendaraan listrik seolah menjadi ajang persaingan untuk menghasilkan angka yang semakin besar, mulai dari pemerintah yang berlomba menarik investasi pabrik, produsen otomotif yang berlomba meningkatkan produksi, hingga investor yang mencermati angka pengiriman kendaraan, biaya baterai, dan pangsa pasar.

VinFast mengusung pendekatan berbeda dalam mengukur keberhasilan. Seiring perluasan jejak manufakturnya dari Vietnam ke Tamil Nadu di India dan Subang di Indonesia, sementara perusahaan afiliasinya, Green SM menciptakan peluang baru bagi pengemudi kendaraan listrik profesional di seluruh Asia Tenggara, VinFast membangun ekosistem yang manfaatnya meluas jauh melampaui kendaraan itu sendiri.

Ide tersebut menjadi inti dari Driven by Dreams, sebuah video dokumenter yang menceritakan bagaimana pembangunan baru benar-benar bermakna ketika hal itu memberikan lebih banyak pilihan serta kepercayaan diri bagi masyarakat untuk mewujudkan impian mereka menjadi kenyataan.

Setiap Revolusi Industri Berawal dari Impian Sederhana

Kurang dari satu dekade setelah memasuki industri otomotif, VinFast telah berkembang dari perusahaan rintisan yang ambisius menjadi produsen kendaraan terbesar di Vietnam dan salah satu merek global paling dikenal dari negara tersebut.

Didukung oleh Vingroup, konglomerat swasta terbesar di Vietnam, dan didirikan oleh miliarder Pham Nhat Vuong, perusahaan ini dibangun di atas visi menciptakan produsen kendaraan listrik yang mampu bersaing secara global dari negara yang praktis belum memiliki industri otomotif modern sendiri.

Saat ini, visi tersebut telah berkembang jauh melampaui Vietnam. Seiring perusahaan membangun pusat manufaktur di Thoothukudi, Tamil Nadu, dan Subang, Jawa Barat, serta memperluas ekosistem mobilitasnya melalui perusahaan seperti Green SM, VinFast turut membawa model industri berpusat pada produksi lokal, pengembangan tenaga kerja, dan pembangunan ekosistem jangka panjang.

Di tengah ekosistem VinFast yang terus berkembang, karyawan lainnya telah menemukan jalan berbeda menuju tujuan yang sama, yaitu kehidupan yang lebih baik.

Sarah Ainun Majid memasuki ekosistem ini dari balik kemudi, bukan dari lantai pabrik. Sebagai pengemudi Green SM di Indonesia, ia mengukur kesuksesan bukan berdasarkan jumlah perjalanan yang diselesaikannya, melainkan melalui kemandirian dan fleksibilitas yang diberikan oleh pekerjaan tersebut.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed