Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen pada Kuartal II 2026

Smallest Font
Largest Font

Ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,29 persen secara tahunan pada kuartal II-2026 dengan penopang utama konsumsi rumah tangga yang tumbuh di atas 5 persen, sebagaimana dilansir dari Investor Daily pada Kamis (6/8/2026).

Capaian pertumbuhan ekonomi nasional tersebut tercatat lebih tinggi jika dibandingkan dengan beberapa negara lain seperti China yang tumbuh 4,3 persen dan Arab Saudi sebesar 4,8 persen pada periode yang sama.

Peneliti Ekonomi Great Institute Trisha Indraswari menilai capaian ini menunjukkan fondasi permintaan domestik nasional masih tergolong kuat.

"Capaian ini perlu dijadikan pijakan untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan sekaligus memperluas dampaknya terhadap pendapatan, penciptaan pekerjaan, dan kesejahteraan masyarakat pada semester II." ujar Trisha Indraswari, Peneliti Ekonomi Great Institute.

Meski pertumbuhan ekonomi terjaga, data menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen mengalami penurunan dari 127,0 pada Januari menjadi 117,8 pada Juni, sementara Indeks Ekspektasi Konsumen merosot dari 138,8 ke 126,4, dan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja berada di level 101,8.

Penurunan indikator keyakinan tersebut mengindikasikan masyarakat mulai lebih berhati-hati terhadap prospek pendapatan sehingga cenderung menunda pembelian bernilai besar serta memperbesar dana berjaga-jaga.

"Konsumsi masih menjadi jangkar pertumbuhan, tetapi penurunan keyakinan masyarakat perlu diantisipasi. Menjaga stabilitas harga dan kepastian pendapatan penting agar konsumsi tetap kuat pada semester II," jelas Trisha Indraswari.

Kualitas penyerapan tenaga kerja juga menjadi perhatian pada semester II, di mana dari tambahan penduduk bekerja sebanyak 1,90 juta orang per Februari 2026, sektor informal menyerap 1,16 juta orang sementara sektor formal hanya menambah 740 ribu pekerja.

Dari sisi fiskal, strategi percepatan belanja pemerintah di awal tahun diharapkan mampu memberikan efek pengganda pada sektor riil serta mendorong investasi swasta di sektor padat karya seperti manufaktur, pariwisata, dan konstruksi.

"Ke depan, pemerintah perlu mengarahkan stimulus dan insentif untuk mendorong sektor swasta mengambil peran yang lebih besar dalam menopang pertumbuhan ekonomi pada semester II." ujar Trisha Indraswari.

Pemberian stimulus dan insentif fiskal tersebut diharapkan berfokus pada perluasan investasi, peningkatan kapasitas produksi, dan kemudahan pembiayaan guna memperluas penciptaan lapangan kerja formal yang stabil.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed