Novak Djokovic kalah di US Open 2026 oleh Mariano Navone
Novak Djokovic tersingkir di putaran pertama US Open 2026 setelah kalah dari Mariano Navone dalam laga lima set di Arthur Ashe Stadium, New York. Djokovic, yang berusia 39 tahun, merasakan tekanan fisik sepanjang pertandingan dan sempat menangis saat kekalahan.
Juara 24 kali Grand Slam itu kalah dengan skor 7-6 (7-5), 5-7, 4-6, 6-2, 6-1. Ini menjadi kekalahan pertamanya di putaran pembuka US Open sejak ia kalah di awal turnamen pada Januari 2006.
Djokovic menyebut perasaannya sangat buruk saat bermain dan tidak ingin mengambil banyak dari kemenangan Navone. Ia juga mengakui lawannya pantas meraih hasil itu setelah laga yang berakhir di lima set.
"Saya pikir jelas itu adalah perasaan yang sangat buruk di lapangan buat saya," kata Djokovic.
Setelah laga, Djokovic juga menegaskan bahwa ia tidak menikmati pertandingan meski memberi ucapan selamat kepada Navone.
"Saya tidak ingin mengambil terlalu banyak dari kemenangan Mariano. Selamat untuk dia, dia orang yang baik dan petarung, tapi saya tidak menikmati diri saya," kata Djokovic.
Kondisi fisik Djokovic menjadi sorotan. Ia sempat vomit ke tempat bin handuk di area sisi lapangan dan diperlakukan secara medis untuk masalah punggung selama set penentu.
Djokovic kemudian menjelaskan masalah kesehatan yang mengikutinya dalam hampir setiap pertandingan musim 2026. Ia menyebut mengalami muntah serta kram dan nyeri, hingga akhirnya punggung serta bahunya tidak lagi mampu menopang permainan.
"Itu adalah sesuatu yang saya bawa hampir setiap pertandingan tahun ini ini, muntah, melemparkan muntah, masalah serius di sana. Lalu seluruh tubuh saya mulai kolaps pada dasarnya, kram dan nyeri, punggung saya akhirnya menyerah dan bahu saya, dan saya tidak bisa menyelesaikannya," kata Djokovic.
Perlakuan medis dilakukan setelah Djokovic sempat mencari dokter pada game kesembilan. Ia mencoba bangkit saat set kedua melalui satu-satunya momen peluang break di set tersebut, tetapi momentum akhirnya beralih pada Navone saat pertandingan memasuki set kelima.
Navone, peringkat World No. 49, mencatat kemenangan besar dalam kariernya dan menjadi petenis Argentina pertama yang menyingkirkan Djokovic di putaran pertama turnamen mayor sejak Paul Goldstein di Australian Open 2006. Navone juga menjadi orang Argentina kedua yang mengalahkan Djokovic di Grand Slam setelah Guillermo Coria pada Roland-Garros 2005.
Usai pertandingan, Navone menyatakan kebahagiaannya karena merasakan kondisi terbaik di lapangan dan mengingat bahwa ia menjalani laga lima set melawan petenis terbaik sepanjang masa.
"Ini yang terbaik yang pernah saya rasakan di lapangan. Lapangan ini luar biasa, panggung terbesar, sungguh menakjubkan. Lima set melawan GOAT.
Bukan sesuatu yang Anda lakukan setiap hari. Saya sangat senang. Saya tidak tahu apa yang bisa saya katakan," ujar Navone.
Djokovic datang ke New York dengan target meraih gelar tunggal Grand Slam ke-25. Kekalahan ini menghentikan upayanya dan membuatnya diperkirakan keluar dari top 10 untuk pertama kalinya dalam delapan tahun.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow