Disdik Jabar Meluncurkan MPLS Pancawaluya 2026 untuk Siswa SMA dan SMK

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkenalkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS Pancawaluya 2026 bagi murid baru jenjang SMA dan SMK. Program ini dirancang sebagai momen awal pembentukan karakter peserta didik. Dilansir dari Detikcom, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menyatakan bahwa agenda ini bukan sekadar masa pengenalan lingkungan sekolah biasa.

Kegiatan dijadwalkan mulai Senin, 13 Juli 2026 mendatang, dan berlangsung selama lima hari pada awal tahun ajaran baru. Pelaksanaan orientasi ini mengusung empat tujuan utama bagi para siswa baru. Poin-poin tersebut meliputi pengenalan potensi diri murid, adaptasi dengan lingkungan sekolah, serta pemahaman terhadap kurikulum yang berlaku.

Selain itu, para siswa baru juga diarahkan untuk saling mengenal dengan teman, guru, hingga tenaga kependidikan di sekolah masing-masing. Proses ini dijalankan dengan berpatokan pada sejumlah prinsip khusus.

Prinsip dasar pelaksanaan meliputi Gapura Pancawaluya, edukatif, inklusif, serta efektif dan efisien. Penyelenggaraan juga harus bersifat partisipatif, fleksibel, serta menjamin rasa aman dan nyaman bagi seluruh peserta.

Metode Pendekatan Pengenalan Sekolah

Penerapan program ini dibagi menjadi empat pilar pendekatan utama. Di dalam kelas, proses pembelajaran awal dibuat menyenangkan melalui penguatan karakter, penyusunan kontrak belajar, proyek kelas, dan refleksi diri. Pembelajaran kontekstual tersebut berbasis pada nilai Cageur (sehat), Bageur (baik), Bener (jujur), Pinter (cerdas), dan Singer (terampil). Pada aspek budaya sekolah, pembiasaan karakter dilakukan lewat tradisi positif seperti senyum, salam, sapa, Jumat bersih, hingga aksi sosial.

Siswa juga akan mengisi jurnal karakter harian serta melakukan Ikrar Pelajar Pancawaluya. Pendekatan ketiga berfokus pada masyarakat, di mana murid diajak mengeksplorasi lingkungan sekitar guna membangun kepedulian sosial dan ekologis, termasuk mengikuti kelas inspirasi bersama alumni. Pendekatan terakhir melibatkan kerja sama dengan TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya. Kerja sama ini ditujukan untuk memperkuat wawasan kebangsaan, bela negara, latihan disiplin, Peraturan Baris Berbaris (PBB), tanggap bencana, serta edukasi wajib lainnya.

Materi Utama dan Sistem Asesmen

Materi inti orientasi ini berpusat pada penanaman Karakter Pancawaluya yang memuat lima nilai utama pelajar Jawa Barat. Nilai tersebut mencakup Cageur (sehat fisik-mental), Bageur (peduli sesama), Bener (jujur dan kritis), Pinter (adaptif dan kolaboratif), serta Singer (kreatif dan tangkas).

Materi wawasan kebangsaan juga diberikan agar generasi baru mampu menghargai perbedaan sesuai nilai Pancasila. Selain itu, diterapkan konsep Deep Learning yang meliputi meaningful learning, mindful learning, dan joyful learning demi membangun pelajar yang mandiri. Siswa baru juga dibekali materi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, aktif bermasyarakat, dan istirahat cukup.

Materi penting lainnya mencakup pendidikan anti-korupsi, pencegahan narkoba (P4GN), serta keselamatan berkendara. Disdik Jabar turut memasukkan materi kecakapan literasi digital untuk menjaga privasi di dunia maya, materi anti-bullying guna mencegah kekerasan di sekolah, serta pendidikan ekologi untuk gaya hidup ramah lingkungan. Seluruh rangkaian diakhiri dengan asesmen guna memetakan karakter dan kebutuhan belajar murid.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed