Danantara Konsolidasi BUMN Properti Melalui Program Housing
Danantara Indonesia mulai mengonsolidasikan seluruh badan usaha milik negara di sektor properti melalui program Danantara Housing pada Jumat, 31 Juli 2026. Langkah strategis ini diambil untuk menyehatkan kondisi keuangan BUMN pelat merah sebelum mengoptimalkan pemasaran stok hunian yang belum terserap pasar, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Proses penyehatan kinerja korporasi tersebut dilakukan menggunakan pendekatan individual terhadap masing-masing perusahaan, termasuk melintasi jalur Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) seperti pada PP Properti serta mekanisme pencatatan penurunan nilai aset.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa langkah ini diawali dengan membenahi tantangan bisnis yang tengah dihadapi oleh perusahaan-perusahaan perumahan milik negara.
"Sebetulnya Danantara Housing itu adalah kita ingin mengonsolidasikan seluruh perusahaan-perusahaan properti kita. Tapi teman-teman juga tahu situasinya bahwa seluruh perusahaan properti itu juga tidak dalam keadaan baik," ujar Dony Oskaria, Chief Operating Officer Danantara Indonesia.
Guna memulihkan kondisi operasional setiap entitas bisnis, pihak pengelola menerapkan strategi pembenahan secara bertahap dan menyeluruh.
"Prinsipnya adalah saya pribadi dan seluruh tim prinsipnya adalah ingin memperbaiki seluruh BUMN kita satu per satu, dengan pendekatan korporasi. Di antaranya ada yang melewati PKPU contoh PP Properti dan juga impairment," kata Dony Oskaria, Chief Operating Officer Danantara Indonesia.
Setelah seluruh proses pemulihan internal selesai dilaksanakan, Danantara bakal melakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh inventori properti milik BUMN. Aset-aset tersebut nantinya dipasarkan secara terpadu dalam satu ekosistem terintegrasi demi memudahkan akses masyarakat, sekaligus menggandeng bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk penyediaan fasilitas kredit murah.
"Dari total inventori ini nanti akan kita lakukan pemasaran sehingga masyarakat bisa mengakses seluruh inventori yang dimiliki BUMN properti. Tidak cukup propertinya saja, kita buatkan juga produk pembiayaannya. Maka seluruh Himbara kemudian membuat produk pembiayaan yang lebih murah, yang lebih memungkinkan masyarakat bisa memiliki kredit perumahan, yang dikombinasikan dengan properti yang kita miliki," ujar Dony Oskaria, Chief Operating Officer Danantara Indonesia.
Inisiatif ini dirancang untuk membantu melepaskan unit rumah maupun apartemen yang telah rampung dibangun oleh BUMN namun belum terserap oleh pasar.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, sebelumnya mengungkapkan bahwa skema pembiayaan ini bakal dibekali suku bunga yang lebih kompetitif serta mekanisme cicilan yang lebih ringan bagi para calon pembeli.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow