Dana Pensiun Malaysia Rugi akibat Dugaan Penipuan Investasi eFishery
Dana Pensiun Malaysia (KWAP) mengalami kerugian besar setelah menjadi korban dugaan penipuan investasi oleh perusahaan rintisan perikanan asal Indonesia, eFishery, melalui manipulasi laporan keuangan oleh manajemen startup tersebut.
Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Malaysia, Anwar Ibrahim, mengungkapkan skandal ini dalam laporan tertulis kepada parlemen pada Rabu, 15 Juli 2026. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detik Finance, lembaga pengelola dana pensiun abdi negara Malaysia tersebut telah menyuntikkan modal hampir RM 200 juta atau sekitar Rp 860 miliar ke eFishery, dengan US$ 47,7 juta di antaranya berasal dari putaran pendanaan Seri D pada tahun 2023 yang secara total mengumpulkan US$ 200 juta.
"Keputusan tersebut telah melalui proses evaluasi dan tata kelola, berdasarkan informasi yang tersedia pada saat itu, yang mencakup verifikasi laporan keuangan oleh auditor bersertifikat yang diakui secara internasional," kata Anwar dalam laporan tertulis kepada parlemen pada hari Rabu 15 Juli 2026 yang lalu.
Anwar menjelaskan bahwa proses uji tuntas independen juga telah dilakukan oleh konsorsium investor demi memastikan validitas data sebelum investasi disetujui. Langkah ini diambil bersama deretan investor institusional global terkemuka lainnya seperti Temasek, SoftBank, 42XFund, dan Northstar yang turut menanamkan modal di startup perikanan tersebut.
"Pada saat yang sama, konsorsium investor, termasuk KWAP, juga melakukan uji tuntas independen untuk memastikan bahwa semua informasi lengkap dan valid untuk pertimbangan investasi," tambahnya dalam keterangan tersebut.
Perdana Menteri Malaysia itu menyatakan bahwa tindakan manipulasi anggaran ini telah dirancang secara sistematis oleh manajemen internal perusahaan rintisan bersangkutan.
"Meskipun demikian, investasi eFishery merupakan penipuan yang direncanakan, dan terdapat manipulasi laporan keuangan oleh manajemen eFishery," tegas Anwar.
Pernyataan resmi pemerintah ini dikeluarkan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Anggota Parlemen Subang, Wong Chen, terkait pertanggungjawaban serta pengawasan eksekutif terhadap panel investasi dan manajemen senior KWAP atas persetujuan penempatan dana negara tersebut. Saat ini, konsorsium investor internasional bersama KWAP telah menempuh jalur hukum dan melakukan evaluasi internal menyeluruh atas tata kelola investasi mereka.
Perdana Menteri Malaysia itu mengatakan konsorsium investor, termasuk KWAP, telah memulai tindakan hukum dan upaya untuk memulihkan dana tersebut. Dia menambahkan KWAP juga telah melakukan tinjauan komprehensif terhadap proses evaluasi, persetujuan, dan pengawasan investasi tersebut, dengan temuan yang disampaikan kepada dewan direksi KWAP untuk diteliti dan dipertimbangkan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow