China Uji Jalur Pelayaran Rute Arktik Ke Eropa Melalui Ice Silk Road

Smallest Font
Largest Font

China mulai mengalihkan perhatian ke jalur pelayaran baru di kawasan Arktik untuk mendistribusikan barang menuju Eropa. Rute bernama Ice Silk Road atau Jalur Sutra Es ini memanfaatkan Northeast Passage di sepanjang pesisir utara Rusia, seperti dilansir dari Detik iNET. Daya tarik utama rute tersebut terletak pada efisiensi waktu tempuh yang jauh lebih singkat dibanding jalur tradisional.

Dalam uji coba pada 2025, kapal kargo China berlayar dari Ningbo-Zhoushan menuju Felixstowe, Inggris, hanya dalam 25 hari. Durasi ini memangkas waktu perjalanan secara signifikan. Pelayaran melalui Terusan Suez biasanya memerlukan waktu sekitar 40 hari, sedangkan rute mengelilingi Tanjung Harapan di Afrika Selatan dapat memakan waktu lebih dari 50 hari.

Meskipun memiliki rute yang lebih pendek, lintasan ini menawarkan medan yang tidak mudah. Kapal harus berlayar dari pesisir China ke arah utara menembus Selat Bering yang memisahkan Rusia dan Alaska, lalu menyusuri pesisir Arktik Rusia.

Perjalanan kemudian dilanjutkan melintasi Laut Norwegia sebelum akhirnya memasuki Laut Utara untuk berlabuh di berbagai pelabuhan Eropa. Pelayaran uji coba oleh kapal China dari Pelabuhan Ningbo-Zhoushan ini dilakukan pada September 2025 dan tiba di Inggris pada Oktober 2025. Perusahaan pelayaran China, Sea Legend Line, diproyeksikan menjadi salah satu pengguna utama rute tersebut. Perusahaan ini berencana melayani rute kontainer reguler pertama yang melintasi jalur Arktik.

Faktor Geopolitik dan Pemanasan Global

Kondisi geopolitik global mendorong negara-negara perdagangan besar untuk mengurangi ketergantungan pada titik sempit atau chokepoint seperti Terusan Suez. Jalur Suez sendiri pernah mengalami kelumpuhan total saat kapal kontainer Ever Given kandas pada 2021.

Di sisi lain, fenomena pemanasan Arktik yang melaju cepat membuat lapisan es laut kian menipis. Kondisi alam ini memperpanjang periode jendela waktu yang aman bagi kapal kargo untuk melintas.

Tinjauan ilmiah dalam jurnal Nature Reviews Earth & Environment mencatat luas es laut Arktik pada September menyusut sekitar 35,8% sepanjang periode 1980 hingga 2024. Sementara itu, jumlah kapal yang memasuki wilayah Polar Code Arktik melonjak 37,3% pada kurun 2013-2023.

Risiko Keselamatan dan Dampak Lingkungan

Walaupun menawarkan efisiensi, Northeast Passage tetap menjadi salah satu kawasan pelayaran paling ekstrem di dunia. Suhu udara yang sangat rendah, jarak pandang yang buruk, serta dinamika perubahan es laut menjadi ancaman navigasi yang serius. Kapal yang dibekali kemampuan memecah es sekalipun kerap membutuhkan bantuan kapal pemecah es khusus. Minimnya fasilitas penyelamatan dan infrastruktur di wilayah terpencil ini juga memperbesar risiko saat terjadi kecelakaan.

Sebagian besar lintasan Northeast Passage berada dalam wilayah kekuasaan Rusia. Perusahaan energi nuklir Rusia, Rosatom, memegang otoritas perizinan sekaligus menyediakan kapal pemecah es bertenaga nuklir untuk mendampingi pelayaran. Keterlibatan ini menempatkan rute Ice Silk Road dalam dinamika geopolitik antara Rusia, China, dan Amerika Serikat.

Di samping isu keamanan, peningkatan aktivitas kapal turut memicu kekhawatiran ekologis pada ekosistem Arktik yang sensitif. Tumpahan minyak di suhu ekstrem bakal sangat sulit ditanggulangi. Data ilmiah menunjukkan emisi karbon dioksida dari pelayaran di kawasan Polar Code telah meningkat 6,3% pada rentang 2013 hingga 2023.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed