China Pulihkan Akses Jalan Pelabuhan Gyirong Usai Terjang Longsor

Smallest Font
Largest Font

Tim penyelamat China berhasil membersihkan jalan sepanjang 1,1 kilometer di Jalan Raya Nasional G216 menuju Pelabuhan Gyirong, Kabupaten Gyirong, Daerah Otonom Xizang, pada Senin (31/8/2026) pukul 16.00 waktu setempat. Langkah ini dilakukan untuk memulihkan akses utama yang rusak parah akibat banjir bandang dan longsor lumpur besar dari wilayah Nepal pada Rabu (26/8/2026) pagi.

Kementerian Manajemen Darurat China menerjunkan tim profesional dari China Anneng Group yang terdiri dari 158 personel penyelamat serta 28 unit alat berat seperti ekskavator dan loader. Bencana tersebut sebelumnya tidak hanya merusak jalur transportasi, tetapi juga memutuskan jaringan listrik dan telekomunikasi di kawasan inti bencana.

Hingga Kamis (27/8/2026), otoritas setempat mencatat bencana ini mengakibatkan tiga orang tewas, dua warga berhasil diselamatkan, serta 558 orang masih dinyatakan hilang. Tim gabungan juga mengevakuasi 555 wisatawan yang terjebak dan merelokasi 499 penduduk desa serta pekerja konstruksi ke akomodasi yang aman.

Dukungan logistik dipasok oleh otoritas penerbangan sipil yang mengerahkan penerbangan darurat untuk mengangkut 324 personel penyelamat, 24 ton alat penyelamatan, pasokan medis, serta kebutuhan harian hingga Kamis sore.

Proses pemulihan fisik jalan menghadapi tantangan geografis yang ekstrem karena diapit tebing curam berbatuan labil di satu sisi dan arus air deras di sisi lainnya. Kondisi dasar sungai yang berlumpur lunak serta ruang kerja sempit membatasi pergerakan alat berat dan kerap memicu batu penahan erosi terseret arus.

Petugas menerapkan sistem estafet menggunakan ekskavator untuk menata batu-batu besar di tepi aliran air, yang kemudian ditimbun dan dipadatkan guna membentuk dasar jalan baru. Di titik berarus paling keras, operator menempatkan alat berat langsung ke dalam air untuk memperpanjang jalur penyeberangan sementara.

Guna mengantisipasi bahaya geologi susulan saat pekerjaan berlangsung, tim menerapkan pengawasan kondisi tebing secara real-time menggunakan perangkat pemantau berbasis laser dan kecerdasan buatan (AI). Sistem ini mendeteksi pergeseran lereng atau jatuhan batu, didukung jalur evakuasi darurat bagi para pekerja di lokasi.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed