Chandra Pelabuhan Nusantara Buka Terminal Umum di Cilegon
PT Chandra Pelabuhan Nusantara (CPN) memperluas cakupan layanannya dengan membuka fasilitas kepelabuhanan bagi kebutuhan logistik pihak eksternal. Langkah ini menyusul perolehan Perizinan Berusaha Pengoperasian Terminal Umum dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI, seperti dilansir dari Detik Finance.
Anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) tersebut kini dapat mengoptimalkan seluruh infrastruktur miliknya. Penyelenggaraan layanan ini ditujukan untuk menyokong efisiensi rantai pasok sektor industri di Cilegon dan wilayah sekitarnya.
Perubahan fungsi dari dermaga operasional internal menjadi infrastruktur logistik publik memperkuat posisi strategis perusahaan dalam industri kepelabuhanan. CPN kini siap melayani berbagai aktivitas pengiriman dan penyimpanan barang bagi pelaku usaha luar.
"Perolehan Perizinan Berusaha Pengoperasian Terminal Umum menandai transformasi penting bagi CPN. Infrastruktur yang selama ini terutama mendukung kebutuhan operasional Chandra Asri Group kini dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri dan pengguna jasa eksternal sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Direktur PT Chandra Pelabuhan Nusantara, Edi Riva'i dalam tertulis, Rabu (2/9/2026).
"Dengan lokasi strategis di Cilegon, tiga dermaga dengan kapasitas yang beragam, serta fasilitas penyimpanan dan penanganan produk cair yang terintegrasi, CPN memiliki kapabilitas untuk mendukung kebutuhan logistik industri secara andal, aman, dan efisien. Kami melihat pembukaan akses ini sebagai langkah strategis untuk memperluas peran CPN dalam ekosistem logistik dan kepelabuhanan sekaligus memberikan nilai tambah bagi konektivitas dan daya saing industri nasional," sambungnya.
Kapasitas tiga dermaga yang dioperasikan perusahaan bervariasi untuk menyesuaikan kebutuhan kapal. Dermaga A dirancang hingga batas maksimum 80.000 DWT, Dermaga B menampung beban sampai 6.000 DWT, serta Dermaga C yang berkapasitas mencapai 10.000 DWT.
Layanan kepelabuhanan ini ditunjang oleh pemrosesan bongkar muat bahan kimia cair serta petroleum olahan. Material yang ditangani meliputi naphtha, LPG, propylene, ethylene, py-gas, raffinate-1, butadiene, hingga PFO.
Aktivitas penerimaan bahan baku dan pengiriman barang cair dihubungkan langsung dengan area penyimpanan tangki (tank farm). Kawasan ini terdiri atas 56 unit tangki dengan daya tampung gabungan mencapai 501.606 m³.
Fasilitas penampungan tersebut terbagi atas 25 tangki atmosferik untuk bahan kimia cair seperti methanol, MTBE, serta naphtha. Selain itu, tersedia 31 tangki bertekanan khusus untuk produk gas cair seperti ethylene, propylene, butadiene, dan butene-1.
Integrasi antara dermaga, sistem bongkar muat, dan tank farm memberikan fleksibilitas tinggi bagi operasional distribusi rantai pasok jalur laut. Berada di Cilegon, Banten, lokasi CPN terhubung langsung dengan rute pelayaran Selat Sunda untuk jangkauan domestik maupun internasional.
Ketersediaan akses kepelabuhanan ini membuka ruang kolaborasi baru dengan para pelaku industri yang membutuhkan penanganan bahan baku cair. CPN mengandalkan keandalan dan keamanan standar layanan untuk meningkatkan daya saing logistik.
"Kami ingin CPN berkembang sebagai infrastruktur logistik yang memberikan nilai tambah nyata bagi industri. Fokus kami adalah menghadirkan layanan kepelabuhanan yang mengutamakan keselamatan, keandalan, efisiensi, dan kualitas pelayanan. Dengan kapabilitas yang kami miliki saat ini, kami terbuka untuk menjajaki peluang kerja sama dengan pengguna jasa dan mitra industri yang membutuhkan solusi logistik yang kompetitif dan dapat diandalkan," tutup Edi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow