Bursa Cabut Suspensi Saham GRIA dan Suspensi PACK Berlaku 27 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) kembali diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 27 Agustus 2026, setelah sebelumnya mengalami suspensi perdagangan. Namun, saat pembukaan sesi I perdagangan hari ini, saham GRIA langsung turun 14,73% menjadi Rp 191 per saham.

Penurunan ini terjadi menyusul pencabutan suspensi perdagangan saham GRIA di Pasar Reguler dan Pasar Tunai oleh BEI yang efektif berlaku hari ini.

Di sisi lain, BEI juga menjatuhkan suspensi pada saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) yang merupakan emiten terafiliasi Haji Isam, pada hari yang sama. Suspensi ini diterapkan karena terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham tersebut.

"Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor, Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) pada tanggal 27 Agustus 2026," jelas pengumuman BEI.

Suspensi perdagangan saham PACK berlaku di pasar reguler dan pasar tunai. Langkah ini bertujuan memberikan waktu bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan keputusan investasi secara matang berdasarkan informasi yang ada.

Saham PACK sebelumnya mencatatkan kenaikan signifikan, ditutup naik 9,91% menjadi Rp 466 pada perdagangan Rabu, 26 Agustus 2026. Dalam sebulan terakhir, saham ini melonjak lebih dari 99%.

Per akhir Juli 2026, Haji Isam menguasai 21,11% saham PACK, sementara pengendali utama PT Eco Energi Perkasa memegang 40,56% saham.

Abadi Nusantara Hijau Investama mencatatkan penjualan neto sebesar Rp 213 miliar pada semester I-2026, naik drastis 937% dari Rp 20,54 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Beban pokok penjualan juga meningkat menjadi Rp 206,65 miliar dari sebelumnya Rp 17,18 miliar, sehingga laba bruto menjadi Rp 6,34 miliar, naik dari Rp 3,36 miliar.

Meski demikian, laba sebelum pajak tercatat Rp 195,82 miliar, didorong oleh bagian laba bersih entitas asosiasi sebesar Rp 202,84 miliar. Ini menghasilkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 190,73 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp 14,35 miliar sebelumnya.

Manajemen PACK menyampaikan bahwa aset perseroan pada 30 Juni 2026 mencapai Rp 5,26 triliun, naik 76% dari Rp 2,99 triliun pada 31 Desember 2025. Kenaikan ini disebabkan oleh uang muka investasi pada entitas asosiasi dan kas di bank.

Jumlah liabilitas perseroan pada 30 Juni 2026 tercatat Rp 73,91 miliar, turun 97% dari Rp 2,89 triliun pada akhir 2025 karena pembayaran hutang lain-lain atas investasi yang sudah direalisasikan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed