Bristol City Jamu Millwall pada Laga Pembuka Championship 2026
Bristol City bersiap menjamu Millwall pada pertandingan pembuka musim EFL Championship 2026/27 di Stadion Ashton Gate pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 15.00 waktu setempat. Pertandingan pembuka kompetisi kasta kedua Liga Inggris ini sekaligus menandai dimulainya era baru bagi tim tuan rumah di bawah arahan manajer anyar Michael Skubala.
Laga ini menjadi ujian perdana bagi Bristol City setelah menunjuk Michael Skubala untuk menggantikan Roy Hodgson yang mengakhiri masa tugasnya sebagai manajer interim. Pada musim lalu, klub berjuluk The Robins tersebut finis di peringkat ke-12 klasemen akhir dan tersingkir di babak pertama Carabao Cup usai kalah 0-1 dari Walsall.
Di sisi lain, Millwall bertandang ke Ashton Gate dengan modal positif usai menempati peringkat ketiga pada musim lalu. Meski tim asuhan Alex Neil itu gagal promosi akibat kalah dari Hull City di babak semifinal play-off, peluang mereka musim ini kian terbuka seiring diperluasnya format play-off dari empat menjadi enam tim, ditambah keberhasilan melaju ke putaran kedua Carabao Cup usai menang adu penalti atas QPR.
Guna menyambut musim baru, manajemen Bristol City merombak total struktur kepelatihan dan eksekutif dengan mengangkat James Ellis sebagai direktur olahraga serta Charlie Boss sebagai CEO baru. Manajemen mengonfirmasi lebih dari 14.000 tiket terusan telah diperbarui atau dibeli, ditambah 7.000 tiket pertandingan yang terjual untuk laga perdana, sembari memohon maaf atas kendala dalam proses transisi ke sistem tiket baru bersama mitra Fever.
Sebanyak sembilan pemain baru didatangkan ke Ashton Gate pada bursa transfer musim panas, termasuk kiper Sam Tickle dari Wigan Athletic, Brad Collins, bek Rio Cardines dan Lisav Eissat, pemain sayap Jed Wallace dan Sam Greenwood, gelandang Gibson Yah, serta penyerang Lorent Tolaj dan Dom Ballard.
Penyerang baru Dom Ballard, yang diboyong dari Leyton Orient setelah mengemas 23 gol musim lalu, mengungkapkan alasannya bergabung dengan klub.
"Saya ingin menjadi pemain Liga Premier suatu hari nanti, dan klub ingin menjadi klub Liga Premier, jadi ini adalah keputusan yang sangat mudah," ujar Dom Ballard, Penyerang Bristol City.
Ballard menegaskan pentingnya menjaga motivasi dan kondisi fisik untuk terus bersaing di level tertinggi.
"Saya ingin berada di Liga Premier suatu hari nanti," kata Dom Ballard, Penyerang Bristol City.
Ia menyebut dorongan dalam diri menjadi kunci untuk terus berkembang dalam karier profesionalnya.
"Saya harus tetap berada di level tertinggi, terus mendorong, dan terus maju. Ini adalah langkah berikutnya bagi saya," ujar Dom Ballard, Penyerang Bristol City.
Mengenai periode peminjaman di klub-klub sebelumnya, Ballard menilai dinamika tersebut sebagai proses mendewasakan diri.
"Saya pikir sangat mudah untuk menjadi negatif dengan sangat cepat," kata Dom Ballard, Penyerang Bristol City.
Ia mengenang masa-masanya saat membela Reading sebelum menjalani periode sulit di klub lain.
"Mulai dari masa saya di Reading, saya sangat menyukainya. Saya tidak tinggal jauh dari Reading, jadi itu adalah klub lokal bagi saya, dan saya menikmati setiap detiknya," ujar Dom Ballard, Penyerang Bristol City.
Ketika membela Blackpool dan Cambridge, Ballard mengaku menghadapi tantangan taktis yang tidak mudah.
"Kemudian Blackpool dan Cambridge, itu adalah masa yang sulit. Saya bermain di bawah dua pelatih yang tidak merekrut saya, dan mereka memainkan gaya sepak bola yang mungkin tidak cocok dengan saya. Saya melihatnya sebagai kesempatan untuk tumbuh dan kesempatan untuk mengembangkan diri saya," kata Dom Ballard, Penyerang Bristol City.
Ia meyakini setiap fase sulit memberikan pelajaran berharga untuk mental bertandingnya.
"Saya percaya pada gagasan bahwa segala sesuatu terjadi karena suatu alasan, dan saya pikir itu memberi saya kepercayaan diri untuk mengambil setiap kesempatan sebagai pelajaran, sebagai tantangan, dan mencoba berkembang dari situ," ujar Dom Ballard, Penyerang Bristol City.
Ketajaman Ballard terasah hingga menjadi pencetak gol terbanyak League One bersama Leyton Orient.
"Saya memiliki rekam jejak yang baik dalam mencetak banyak gol, sepanjang masa muda saya," kata Dom Ballard, Penyerang Bristol City.
Ia menyebut faktor mental sebagai kunci peningkatan performanya di lapangan.
"Saya pikir itu adalah kepercayaan diri, sungguh," ujar Dom Ballard, Penyerang Bristol City.
Ballard menjelaskan bagaimana momentum gol dapat mengubah cara pandang seorang penyerang.
"Setelah Anda mendapatkan beberapa gol di awal musim dan mulai membangun momentum itu, Anda menjalani pertandingan tanpa berpikir, 'Apakah saya akan mencetak gol?' melainkan, 'Berapa banyak?' Anda memiliki pola pikir seperti itu di mana, 'Saya akan selalu mencetak gol dan jika saya mendapat kesempatan, saya akan mengambilnya.'" kata Dom Ballard, Penyerang Bristol City.
Ia menganggap keputusan meninggalkan akademi Southampton secara permanen merupakan langkah terbaik.
"Saya pikir itu adalah pergeseran pola pikir, dan sedikit kepercayaan diri - itulah faktor utamanya," ujar Dom Ballard, Penyerang Bristol City.
Keluar dari sistem akademi klub besar memberinya ruang pertumbuhan yang nyata.
"Itu adalah hal terbaik yang pernah saya lakukan," kata Dom Ballard, Penyerang Bristol City.
Ballard mengingatkan bahaya terjebak dalam kenyamanan fasilitas akademi tanpa menit bermain reguler.
"Saya pikir sangat mudah saat ini dengan standar akademi dan fasilitas yang ada untuk merasa nyaman saja duduk, menjalani beberapa kali masa pinjaman dan menjadi sangat nyaman. Namun hal terbaik bagi saya adalah keluar, dan akhirnya saya melakukannya, dan Leyton Orient adalah klub itu," ujar Dom Ballard, Penyerang Bristol City.
Ia tetap menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada mantan klubnya tersebut.
"Saya akan selamanya berterima kasih atas kesempatan yang saya dapatkan di sana," kata Dom Ballard, Penyerang Bristol City.
Terkait rumor kepindahannya yang berembus sepanjang musim panas, Ballard mengaku sudah mengetahuinya sejak awal.
"Tentu saja, saya menyadarinya," ujar Dom Ballard, Penyerang Bristol City.
Ia tetap fokus menjaga kondisi fisiknya selama proses negosiasi berlangsung.
"Saya akan berbohong jika mengatakan bahwa saya tidak mengetahuinya, tetapi tujuan saya adalah untuk fit, sehingga jika tawaran itu benar-benar masuk, saya bisa datang ke sini dalam kondisi terbaik dan sejelas mungkin," kata Dom Ballard, Penyerang Bristol City.
Profesionalisme tetap ditunjukkannya dalam setiap sesi latihan di klub lamanya.
"Setiap hari, saya masih berlatih dengan benar dan masih bekerja keras, tetapi itu selalu ada di pikiran saya," ujar Dom Ballard, Penyerang Bristol City.
Diskusi langsung dengan manajemen dan pelatih meyakinkan dirinya untuk mengambil proyek di Bristol City.
"Setelah berbicara dengan pelatih, dan saya juga mengenal beberapa pemain, bagi saya itu adalah keputusan yang sangat mudah," kata Dom Ballard, Penyerang Bristol City.
Visi klub dinilainya sangat selaras dengan target pribadi kariernya.
"Namun utamanya, itu adalah arah yang ingin dituju oleh klub sepak bola ini," ujar Dom Ballard, Penyerang Bristol City.
Kesesuaian ambisi tersebut membuat proses pemindahannya berjalan lancar.
"Arah itu sejalan dengan saya; Saya ingin menjadi pemain Liga Premier suatu hari nanti, dan klub ingin menjadi klub Liga Premier, jadi ini adalah keputusan yang sangat mudah," kata Dom Ballard, Penyerang Bristol City.
Ballard berharap dapat langsung memberikan dampak positif di kompetisi Championship.
"Saya pikir datang dari hasil tahun lalu, saya jelas sangat percaya diri. Saya memiliki liburan musim panas yang sangat menyenangkan, tetapi saya tahu di mana saya ingin berada. Semoga saya bisa membawa kepercayaan diri itu dan mencetak beberapa gol lebih awal, sehingga saya bisa terus maju dari sana," ujar Dom Ballard, Penyerang Bristol City.
Sementara itu, pakar sepak bola EFL Gab Sutton menilai perombakan di tubuh Bristol City berpotensi menempatkan klub di posisi ke-15 pada akhir musim akibat sengitnya persaingan divisi kedua.
"Saya rasa secara naluri, jika saya melihatnya tanpa melihat tim-tim lain, saya mungkin akan menempatkan Bristol City di separuh atas tabel karena saya menyukai Michael Skubala," kata Gab Sutton, Pengamat EFL.
Sutton memuji rekam jejak Skubala yang sukses membawa Lincoln City meraih lebih dari 100 poin di League One musim lalu, serta langkah klub mendatangkan talenta muda potensial.
"Dia melakukan pekerjaan luar biasa di Lincoln City musim lalu dan merupakan pelatih kepala muda yang sangat menjanjikan. Saya suka mereka menggaet ketajaman lini depan dari League One dalam diri Dom Ballard dan Lorent Tolaj. Saya suka Sam Tickle; saya pikir dia kiper muda yang sangat berbakat," ujar Gab Sutton, Pengamat EFL.
Meski demikian, Sutton melihat persaingan di Liga Championship musim ini jauh lebih ketat dibanding sebelumnya.
"Saya rasa di musim yang lain, saya mungkin akan menempatkan Bristol City jauh lebih tinggi, tetapi rasanya ada banyak tim bagus di Liga Championship musim ini. Saya pikir liga telah menjadi lebih kuat karena tim-tim yang masuk ke liga, tetapi juga beberapa tim yang saya perkirakan akan lebih kuat dari awal musim lalu," tutur Gab Sutton, Pengamat EFL.
Kepadatan persaingan papan atas menjadi alasan utama Sutton menaruh Bristol City di papan tengah bawah.
"Karena alasan itu, saya melihat Bristol City sebagai tim yang harus memberi jalan bagi kepadatan persaingan, saya kira. Saya bisa saja dengan mudah melihat Bristol City tampil melampaui prediksi saya, tetapi saya kira aspek paling menarik dari skuad ini adalah para pemain dan orang-orang yang naik kelas," kata Gab Sutton, Pengamat EFL.
Perubahan besar di jajaran manajemen dan penyesuaian skuat juga memengaruhi kalkulasi prediksinya.
"Mengingat fakta bahwa ini adalah musim panas penuh perubahan di Bristol City dengan CEO baru Charlie Boss, direktur olahraga baru James Ellis, dan manajer baru Michael Skubala, serta para pemain yang juga naik kelas, ditambah inti skuad yang saya kira solid di level ini tetapi mungkin tidak mencengangkan dibandingkan beberapa tim lain, itulah mengapa saya mungkin sedikit menurunkan posisi Bristol City," ujar Gab Sutton, Pengamat EFL.
Sutton tidak menutup kemungkinan bagi skuad Skubala untuk memberikan kejutan di papan atas.
"Apakah akan mengejutkan saya jika mereka tampil melampaui itu dan berakhir di delapan besar? Tidak, tidak akan mengejutkan, tetapi saya pikir ini sangat ketat dan ada banyak kepadatan persaingan. Saya pikir ada banyak tim yang cukup seimbang, dan saya hanya sedikit menurunkan posisi Bristol City ke sisi bawah," tutur Gab Sutton, Pengamat EFL.
Ia mengakui sempat mempertimbangkan untuk menaruh klub di separuh atas klasemen.
"Secara naluri, saya ingin menempatkan mereka di separuh atas, tetapi itu tidak terlalu masuk akal bagi saya," kata Gab Sutton, Pengamat EFL.
Sutton tetap optimistis terhadap stabilitas dan arah strategis klub dalam jangka panjang.
"Saya sebenarnya cukup antusias dengan Bristol City untuk jangka panjang," ujar Gab Sutton, Pengamat EFL.
Penunjukan figur eksekutif baru dinilainya memberi kepastian arah bagi perjalanan klub.
"Saya menyukai Charlie Boss, dan saya pikir dia akan membawa kepemimpinan yang baik untuk Bristol City. Saya sangat menyukai penunjukan James Ellis dan kejelasan strategis yang dapat dia bawa," tutur Gab Sutton, Pengamat EFL.
Perubahan struktur organisasi ini menandai berakhirnya era kepengurusan lama di manajemen klub.
"Hal itu membuat saya antusias dengan keberadaan Bristol City saat ini. Ada saat-saat di mana rasanya sedikit kacau, di mana orang-orang menjalankan hal-hal tanpa selalu memiliki kualifikasi. Brian Tinnion telah pergi, yang mana meskipun dia secara mutlak mengambil tempatnya sebagai legenda klub atas apa yang dia lakukan sebagai pesepak bola, waktunya mungkin tepat untuk menyerahkan tongkat estafet ke tangan yang lebih muda," kata Gab Sutton, Pengamat EFL.
Ia memprediksi hasil maksimal dari proses pembangunan ulang ini baru akan terlihat pada tahun kedua.
"Saya sangat antusias dengan perubahan struktural di Bristol City, dan saya rasa ini akan berguna bagi klub dalam jangka panjang. Namun saya pikir, mungkin, mereka akan berharap untuk terbebas dari beberapa kepadatan persaingan di Liga Championship dan membuat kemajuan pada tahun kedua dari pembangunan ulang ini," ujar Gab Sutton, Pengamat EFL.
Mengenai Ballard, Sutton menilai sang striker muda membutuhkan masa adaptasi sebelum tampil meledak.
"Saya bertanya-tanya dengan Dom Ballard apakah dia akan menjadi sosok yang benar-benar bersinar di kampanye 2027/28," tutur Gab Sutton, Pengamat EFL.
Kontrak empat tahun yang diberikan klub dinilainya sebagai investasi jangka panjang yang tepat.
"Saya pikir sangat bagus dia telah diikat dengan kontrak empat tahun karena saya pikir dia bisa menjadi investasi jangka panjang yang mungkin membutuhkan musim pertama untuk beradaptasi, tetapi kemudian akhirnya berkembang kuat," kata Gab Sutton, Pengamat EFL.
Ia merujuk pada pengalaman peminjaman sang pemain sebelum mampu bersinar terang.
"Dalam masa peminjaman pertamanya, dia membutuhkan beberapa kali peminjaman sebelum dia benar-benar tampil bagus di Leyton Orient. Saya pikir dia mungkin membutuhkan tahun itu di Liga Championship untuk berkembang sedikit; mungkin saya salah, dan mungkin dia akan langsung bersinar," ujar Gab Sutton, Pengamat EFL.
Sutton menyimpulkan bahwa Bristol City tetap berpotensi merepotkan tim-tim unggulan sepanjang musim.
"Faktor lainnya, saya akan katakan, adalah saya pikir Bristol City akan berada dalam posisi yang sangat baik untuk meraih banyak kemenangan mengejutkan musim ini. Saya berharap mereka mengambil banyak poin dari tim-tim papan atas, karena mereka," kata Gab Sutton, Pengamat EFL.
Guna mengantisipasi kepadatan di sekitar Ashton Gate, manajemen mengimbau suporter memanfaatkan layanan bus shuttle dari Portway, Brislington, dan Temple Meads. Penonton pejalan kaki disarankan menggunakan Jembatan Gaol Ferry atau Bedminster karena Jembatan Vauxhall ditutup untuk perbaikan, serta mewaspadai potensi keterlambatan akibat pengerjaan jalan di Coronation Road (A370).
Laga ini disiarkan langsung melalui Sky Sports+, aplikasi Sky Go, serta platform streaming NOW, dengan penambahan layanan kereta api di Stasiun Parson Street menuju Weston-super-Mare dan Taunton usai pertandingan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow