AchmadNurHidayat.ID — BRI Danareksa Sekuritas menetapkan pandangan overweight untuk sektor perbankan dan memberi preferensi pada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) serta PT BTPN Syariah Tbk (BTPS). Rekomendasi ini didorong oleh penilaian terhadap potensi masalah kualitas aset yang relatif lebih rendah pada kedua bank tersebut.
Rumusan riset menyoroti pergeseran komposisi pertumbuhan kredit: kredit investasi tercatat sebagai tulang punggung pertumbuhan, sementara kredit konsumsi mengalami pelemahan yang berlanjut.
Perkembangan Pertumbuhan Kredit
Per April 2026, kredit investasi melonjak 19% secara tahunan (yoy). Di sisi lain, kredit konsumsi dan kredit modal kerja menunjukkan tren penurunan tajam sejak pertengahan 2024.
Pertumbuhan kredit konsumsi tercatat turun mendekati kisaran 5–6% yoy, yang menurut BRI Danareksa merefleksikan pelemahan daya beli rumah tangga dan pengetatan proses seleksi kelayakan kredit di segmen ritel.
Kualitas Aset
Meskipun demikian, pertumbuhan total kredit perbankan masih bertahan pada 9,9% yoy per April 2026. Dari sisi kualitas aset, rasio non-performing loan (NPL) kredit konsumsi tercatat naik secara bertahap menjadi 2,4%.
“Kenaikan tersebut mengindikasikan masih adanya pelemahan berkelanjutan di segmen kredit konsumsi,” tulis analis Victor Stefano dalam risetnya.
Strategi Investasi dan Rekomendasi
BRI Danareksa menyatakan sikap defensif untuk menghadapi risiko kualitas aset dan menilai koreksi harga saham bank yang terlalu dalam sudah berlebihan jika dibandingkan dengan fundamental bank yang mendasarinya.
BBCA dan BTPS dinilai memiliki return on assets (ROA) yang kuat dan leverage lebih rendah, sehingga dinyatakan lebih mampu meredam potensi dampak kenaikan cost of credit (CoC).
Rekomendasi untuk kedua saham adalah buy. Target harga yang ditetapkan adalah Rp 10.900 untuk BBCA dan Rp 1.400 untuk BTPS.
Risiko
Risiko utama yang disebutkan adalah penurunan kualitas aset yang signifikan dan kompresi net interest margin (NIM) secara ekstrem.
Ikuti AchmadNurHidayat.ID
