BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Sejumlah Wilayah Pesisir
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya risiko banjir rob di sejumlah daerah mulai dari Aceh hingga Maluku. Potensi bencana ini diperkirakan terjadi dalam periode 9-22 Juli 2026. Kondisi tersebut dipicu oleh kemunculan fenomena Bulan perigee dan Bulan baru yang berlangsung pada 14 Juli 2026.
Seperti dilansir dari Detikcom, kedua fenomena alam ini berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum. Perigee merupakan kondisi ketika jarak antara Bumi dan Bulan mencapai titik paling dekat dalam orbitnya. Sementara itu, Bulan baru adalah fase saat posisi Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari sehingga tampak gelap.
Interaksi gravitasi yang lebih kuat terjadi saat Bulan dan Matahari berada pada posisi lebih dekat dengan Bumi. Gaya tarik inilah yang memengaruhi pasang surut air laut di berbagai belahan dunia.
Siklus pertemuan antara Bulan baru atau Bulan purnama dengan perigee ini umumnya terjadi sekitar 6 hingga 8 kali dalam setahun. Dampaknya, pasang tinggi air laut dapat meningkat jauh lebih tinggi daripada kondisi normal.
Dampak Kombinasi Fenomena Terhadap Banjir
Pasang surut perigee yang bertepatan dengan perubahan musim dan variasi rata-rata air laut dapat memicu banjir di daratan rendah sekitar pantai. Banjir pesisir atau banjir rob ini diprediksi akan semakin sering terjadi akibat kenaikan permukaan laut relatif.
Daftar Wilayah Potensial Banjir Pesisir Juli 2026
Berikut adalah rincian wilayah pesisir yang diprediksi mengalami banjir rob selama fase perigee dan Bulan baru: 1. Pesisir Aceh: Berpotensi melanda kawasan Pesisir Lhokseumawe pada 9-17 Juli 2026.
2. Pesisir Sumatera Utara: Berisiko terjadi di Pesisir Medan Belawan dan Medan Marelan pada 12-18 Juli 2026. 3. Pesisir Kepulauan Riau: Meliputi wilayah Pesisir Batam pada 13-20 Juli 2026 dan Pesisir Karimun pada 12-19 Juli 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow