BMKG Minta Warga Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang

Smallest Font
Largest Font

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada Kamis, 16 Juli 2026. BMKG menetapkan status Waspada untuk wilayah Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan karena berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat pada hari tersebut. Selain potensi hujan, BMKG juga merilis daftar wilayah yang berpotensi diterjang angin kencang pada Kamis, 16 Juli 2026, yang meliputi Banten, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Lampung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara.

Sementara itu, sebagian besar kota besar di Indonesia diprakirakan mengalami kondisi cuaca cerah berawan hingga berawan tebal, termasuk Banda Aceh, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Palangka Raya, Samarinda, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Jayapura, dan Jayawijaya.

"Pada Dasarian II Juli 2026, sekitar 91,45 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah, sedangkan 8,52 persen wilayah berada pada kategori menengah, dan hanya sekitar 0,03 persen wilayah yang diprakirakan mengalami curah hujan kategori tinggi," tulis BMKG dalam prakiraan Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 14-20 Juli. Pihak BMKG menjelaskan bahwa kondisi kering ini dipicu oleh musim kemarau yang semakin dominan dan mulai mencapai puncaknya di sebagian besar wilayah Indonesia, dengan 432 Zona Musim atau sekitar 60,5 persen wilayah telah memasuki musim kemarau pada dasarian I Juli 2026.

"Sementara itu, di kawasan timur Indonesia, kondisi serupa diprakirakan terjadi di Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Jayapura, dan Jayawijaya," ujar prakirawan BMKG, Ranika Dwi A. Faktor dinamika atmosfer seperti terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi, serta aktivitas Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial, dinilai masih mendukung pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah.

Sebelumnya, pada periode 14 hingga 15 Juli 2026, BMKG juga telah menetapkan status Siaga di wilayah Papua akibat potensi hujan lebat, sementara beberapa wilayah lain berada pada status Waspada.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed