Band Metal Demon Hunter Gugat Netflix Atas Pelanggaran Merek Dagang
Perusahaan Hyde Lane yang menaungi band metal asal Amerika Serikat, Demon Hunter, resmi mengajukan gugatan terhadap Netflix Studios dan promotor konser AEG Presents di pengadilan federal Amerika Serikat pada 18 Agustus 2026. Langkah hukum ini diambil atas dugaan pelanggaran merek dagang terkait nama film animasi KPop Demon Hunters dan rencana tur konser global yang dinilai menciptakan kebingungan di kalangan konsumen.
Demon Hunter mendirikan band tersebut di Seattle pada 2000 dan telah mengamankan pendaftaran merek dagang atas nama "Demon Hunter" untuk layanan hiburan serta produk merchandise sejak 2014 dan 2022. Pihak manajemen mengklaim keberadaan film animasi garapan Netflix yang tayang sejak Juni 2025 beserta merchandise dan rencana tur konser 2027 oleh AEG Presents telah memicu overlap komersial serta potensi kerugian finansial yang signifikan.
Sejumlah insiden kekacauan konsumen turut dilampirkan dalam berkas tuntutan ke pengadilan. Manajemen mengungkapkan adanya orang tua yang tak sengaja membelanjakan 500 dollar AS untuk membeli tiket konser band metal tersebut di New York karena salah mengiranya sebagai pertunjukan film animasi anak-anak.
Selain kekeliruan pembeli tiket, band ini juga sempat menerima permintaan wawancara dari produser acara televisi Inside Edition yang mengira mereka terlibat sebagai pencipta lagu film animasi garapan Netflix tersebut, di samping banyaknya unggahan media sosial yang salah menandai akun resmi band.
"Merek Hyde Lane yang telah dibangun dengan cermat selama seperempat abad terakhir kini menghadapi krisis eksistensial, sehingga mengharuskan pengajuan gugatan ini dan pemberian ganti rugi yang diminta dari Pengadilan ini," bunyi gugatan hukum yang diajukan oleh Hyde Lane.
Dalam tuntutannya, pihak band meminta majelis hakim melarang Netflix dan AEG Presents menggunakan nama KPop Demon Hunters untuk musik rekaman, merchandise, maupun promosi pertunjukan langsung. Mereka juga menuntut ganti rugi finansial dalam jumlah yang nantinya ditentukan melalui proses persidangan.
Merespons gugatan hukum yang dilayangkan oleh band asal Seattle tersebut, pihak Netflix memberikan tanggapan singkat. Raksasa platform streaming hiburan tersebut menegaskan bahwa klaim pelanggaran yang dituduhkan tidak memiliki dasar hukum dan menyatakan siap membela diri secara agresif di pengadilan.
Di sisi lain, pengacara yang mewakili pihak Demon Hunter, John Tehranian dari firma hukum One LLP, memilih untuk tidak memberikan keterangan tambahan mengenai jalannya gugatan saat dikonfirmasi media.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow