Baku Tembak dengan KKB di Papua Tengah Akibatkan Korban Jiwa

Smallest Font
Largest Font

Eskalasi konflik bersenjata kembali terjadi di Papua Tengah, di mana bentrokan fisik antara personel TNI dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Jila, Kabupaten Mimika, serta Distrik Eral Makawia, Kabupaten Puncak, mengakibatkan satu prajurit tewas dan tiga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) meninggal dunia.

Insiden di Posramil Jila Kodim 1710/Mimika dan Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133/YS yang mendapat serangan KKB Kodap III Puncak pimpinan Pemne Kogoya pada Senin memicu jatuhnya korban dari pihak aparat, sementara operasi patroli di kawasan hutan Puncak pada Minggu (16/8) berakhir dengan tewasnya tiga milisi OPM.

Pemeriksaan area pascakontak senjata di Distrik Eral Makawia menghasilkan penyitaan delapan pucuk senjata api beserta amunisi yang disiapkan KKB untuk memicu gangguan keamanan saat peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, meskipun jenazah ketiga anggota OPM tersebut berhasil dibawa kabur oleh rekan mereka ke dalam hutan.

Konfirmasi mengenai jatuhnya korban dari pihak aparat disampaikan oleh pejabat militer daerah terkait situasi di Mimika.

"Kontak tembak prajurit TNI dengan KKB dari Kodap III Ndugama mengakibatkan tiga prajurit terluka dan salah satunya gugur. Evakuasi para korban saat ini sedang dilakukan," kata Kapendam Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Infanteri Tri Purwanto kepada ANTARA di Jayapura, Senin.

Pihak komando gabungan wilayah juga menegaskan penindakan di lapangan terhadap OPM yang hendak mengacaukan situasi keamanan dilakukan sesuai prosedur Operasi Standar.

"Kejadiannya saat kami melakukan patroli, kami mendekati mereka dan melihat mereka, mengimbau mereka untuk menyerahkan diri, tetapi mereka akhirnya justru menembaki kami. Akhirnya kami melakukan tindakan tegas terukur sesuai dengan peraturan yang ada, dan berhasil menewaskan tiga anggota OPM," kata Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto di Timika, Minggu (16/8) dikutip dari Antara.

Penetapan aturan pelibatan dilakukan agar seluruh tindakan prajurit tetap berada pada jalur profesionalisme serta menghormati ketentuan hukum dan hak asasi manusia.

"Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, Salus Populi Suprema Lex Esto. Untuk itu saya meminta kepada seluruh anggota OPM di mana pun kalian berada segera meletakkan senjata, menyerahkan diri dan bergabung kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mari kita bangun Papua untuk mewujudkan Papua yang aman, damai dan sejahtera," kata Letjen TNI Lucky Avianto.

Upaya penjagaan stabilitas wilayah di seluruh kawasan Papua akan terus dilanjutkan TNI melalui koordinasi intensif bersama unsur pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed