Bahlil Tegur Konflik Internal AMPG dan Minta Kader Ikuti TOT

Smallest Font
Largest Font

Proses kaderisasi di tubuh Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dinilai mulai kehilangan arah setelah terjadi empat kali pergantian posisi sekretaris jenderal dalam satu periode kepengurusan. Teguran keras tersebut disampaikan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, saat menghadiri acara Training of Trainers (TOT) Partai Golkar pada Senin (3/8/2026).

Bahlil meminta organisasi sayap pemuda tersebut memhentikan perselisihan internal demi menjaga stabilitas dan efektivitas konsolidasi partai.

"Organisasi-organisasi sayap, pemuda kayak AMPG ini jangan konflik terus. Apa itu? Satu kepengurusan empat kali ganti Sekjen," kata Bahlil dalam sambutan pada acara Training of Trainers (TOT) Partai Golkar, Senin (3/8/2026).

Mantan aktivis pemuda ini mengungkapkan bahwa perdebatan yang tidak substantif di tingkat internal hanya akan memperlambat laju percepatan organisasi. Ia membandingkan kondisi saat ini dengan pengalamannya dahulu saat berkiprah di AMPG.

"Dulu saya enggak pernah belajar kayak begitu di AMPG. Ilmu apa ini? Mungkin gara-gara pengkaderannya juga mulai enggak jelas," jelasnya.

Menurut Bahlil, soliditas internal merupakan syarat mutlak agar tujuan besar organisasi dapat tercapai secara maksimal.

"Enggak akan mungkin kita bisa mencapai tujuan secara maksimal kalau di internal kita enggak kompak," katanya.

Ia menambahkan bahwa perpecahan di dalam tubuh organisasi harus segera dihentikan demi efisiensi kerja politik.

"Ngapain berdebat hal-hal yang tidak substantif? Itu malah justru memperlambat laju percepatan kita dalam melakukan konsolidasi organisasi," imbuh Bahlil.

Selain menyentil dinamika internal AMPG, Bahlil juga mewajibkan seluruh anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar untuk mengikuti program pelatihan TOT. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap anggota dewan dapat memisahkan kepentingan pribadi dari kepentingan partai.

"Kepada semua anggota DPR RI, jadikan mereka peserta. Supaya tahu mana kepentingan partai, mana kepentingan pribadi," ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya penanaman nilai dasar bagi seluruh kader karena Golkar merupakan aset bangsa yang membawa mandat dari masyarakat.

"Partai Golkar ini adalah partai aset negara. Harapan masyarakat. Nah, kalau kita tidak diajarkan dan menanamkan sebuah pondasi nilai-nilai yang kuat terhadap tentang tujuan berbangsa dan bernegara,," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Bendahara Akademi Partai Golkar, Eric Hermawan, menyampaikan bahwa pelaksanaan TOT dirancang sebagai sarana penguatan kapasitas kader di seluruh wilayah Indonesia.

"Tentunya ini bertujuan dalam meningkatkan kualitas, kapasitas dan kemampuan kader Partai Golkar kedepannya," pungkas Eric.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed