Mencampur Pertalite dan Pertamax Turbo Picu Kerusakan Mesin Kendaraan
Praktik mencampur bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax Turbo belakangan ini marak dilakukan masyarakat demi menghemat biaya. Formula yang kerap digunakan adalah perbandingan 3:1 dengan harapan mendapatkan harga setara Pertamax lama.
Meski dianggap ekonomis, kebiasaan mengoplos kedua jenis bahan bakar tersebut sangat tidak dianjurkan. Langkah ini dinilai berbahaya bagi kesehatan mesin kendaraan karena karakteristik mendasar kedua jenis BBM tersebut sangat bertolak belakang.
Seperti dilansir dari Detik Oto melalui akun Instagram pertamaxseries.id, ketidakcocokan ini tidak hanya terletak pada angka oktan. Perbedaan besar juga mencakup standar emisi dan kecocokan mekanis komponen mesin.
BBM dengan RON 90 memiliki kandungan sulfur maksimal 500 ppm yang diformulasikan khusus untuk mesin berasio kompresi 9:1 hingga 10:1. Sementara itu, BBM RON 98 memiliki kandungan sulfur di bawah 50 ppm yang dilengkapi teknologi Ignition Boost Formula.
Bahan bakar dengan oktan tinggi tersebut dirancang untuk mesin dengan rasio kompresi tinggi berkisar antara 12:1 hingga 13:1.
"Pencampuran secara sengaja akan merusak proporsionalitas perlindungan yang sudah dirancang oleh pabrikan," demikian dijelaskan pada unggahan tersebut.
Asumsi bahwa mencampur 75 persen Pertalite dan 25 persen Pertamax Turbo akan memproduksi BBM RON 92 yang stabil adalah anggapan keliru.
"Hasil akhir di dalam ruang bakar sangat bergantung pada tekanan dan suhu pembakaran aktual. Dampak langsungnya, konsentrasi Ignition Boost Formula pada RON 98 akan mengalami penurunan drastis hingga kehilangan fungsinya," begitu penjelasannya.
Efek dari penggunaan campuran bbm dengan rasio 3:1 ini justru memperbesar risiko knocking atau gejala ngelitik pada komponen mesin. Kondisi ini memaksa Electronic Control Unit (ECU) untuk terus beradaptasi.
Ketidakstabilan tersebut memicu penurunan tenaga kendaraan, membuat konsumsi bbm menjadi lebih boros, dan memperberat kinerja sensor. Selain itu, proses pembakaran yang tidak optimal akan mempercepat penumpukan kerak dan membuat injektor lebih cepat kotor.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow