Astra Beli 238 Juta Saham AUTO Lewat Tender Offer Rp3.600

Smallest Font
Largest Font

PT Astra International Tbk (ASII) berencana memperkuat porsi kepemilikannya di anak usahanya, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO). Langkah ini dilakukan melalui skema penawaran tender sukarela atau voluntary tender offer (VTO).

Seperti dilansir dari Investor Daily, perseroan siap memborong sebanyak 238.442.293 saham AUTO. Jumlah tersebut setara dengan 4,947% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh AUTO.

Sebelum rencana penawaran ini diumumkan, ASII telah menguasai 3.855.786.337 saham atau 80,00% kepemilikan per 31 Juli 2026. Apabila aksi korporasi ini berjalan lancar, kepemilikan ASII atas AUTO dipastikan meningkat menjadi 4.094.228.630 saham.

Nilai penawaran dalam VTO ini ditetapkan pada harga premium Rp3.600 per saham. ASII menyiapkan dana maksimal mencapai Rp858,39 miliar untuk menuntaskan seluruh transaksi tersebut.

Harga penawaran Rp3.600 per lembar mencerminkan premi sebesar 35,57% dibanding rata-rata harga tertinggi harian saham AUTO di Bursa Efek Indonesia selama 90 hari terakhir. Jika dibandingkan harga penutupan perdagangan Jumat (28/8/2026) di level Rp3.400, nilai VTO ini masih memberikan potensi potensi keuntungan sebesar 5,88%.

Manajemen ASII menilai penawaran ini memberikan kesempatan bagi pemegang saham AUTO untuk merealisasikan potensi keuntungan atas investasi mereka. ASII juga menegaskan kesiapan dana penuh untuk menyelesaikan pembayaran VTO ini.

Jadwal VTO akan berlangsung mulai 8 Oktober 2026 hingga 6 November 2026. Sementara itu, proses pembayaran kepada para pemegang saham dijadwalkan selesai pada 13 November 2026.

“ASII berkomitmen untuk mendukung perkembangan kegiatan usaha AUTO di masa mendatang dan tidak berencana melikuidasi atau melakukan delisting AUTO dari BEI atau mengubah status AUTO dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup (go private),” ungkap manajemen ASII.

Bagi investor pemegang saham AUTO yang berminat mengikuti transaksi VTO, manajemen telah menetapkan beberapa prosedur teknis yang wajib dipenuhi sebelum masa penawaran berakhir.

Pemegang saham scripless (tanpa warkat) diwajibkan membuka rekening efek pada perusahaan efek atau bank kustodian yang terdaftar di KSEI. Semua dokumen persyaratkan harus diserahkan secara lengkap sebelum batas waktu penawaran ditutup.

Sementara bagi pemegang saham berwarkat, pemilik saham harus mengonfirmasi keterdaftarannya dalam daftar pemegang saham AUTO melalui Biro Administrasi Efek (BAE). Selanjutnya, saham berwarkat wajib dikonversi menjadi saham tanpa warkat paling lambat tiga hari kerja sebelum periode VTO berakhir.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed