Argentina Hadapi Spanyol dalam Final Piala Dunia 2026 di New Jersey
Tim nasional Argentina dan Spanyol akan saling berhadapan dalam pertandingan final Piala Dunia 2026 di Stadion New York/New Jersey, New Jersey, Amerika Serikat, pada Minggu, 19 Juli 2026 malam waktu setempat.
Pertandingan ini menjadi momen pertemuan perdana di lapangan antara kapten Argentina berusia 39 tahun, Lionel Messi, dan penyerang muda Spanyol berusia 19 tahun, Lamine Yamal, setelah foto masa lalu mereka kembali viral ke publik.
Pada tahun 2007, Messi yang berumur 20 tahun tidak sengaja dipasangkan dengan Yamal yang masih berusia lima bulan dalam sesi foto kalender amal UNICEF yang diselenggarakan oleh surat kabar Sport di ruang ganti Camp Nou.
Joan Monfort, fotografer yang mengabadikan momen tersebut, menyatakan bahwa terdapat banyak kebetulan yang sangat sulit dijelaskan secara rasional mengenai pertemuan kedua pemain bintang tersebut di masa lalu.
"It is a true miracle of destiny", kata Joan Monfort, fotografer asal Katalonia.
Monfort menambahkan bahwa situasi saat itu terasa sangat istimewa karena mempertemukan seorang bakat besar dengan seorang bayi yang ceria.
"It is serendipity - when you find something extra special, so much bigger than you ever thought." kata Joan Monfort.
Monfort juga mengenang bagaimana situasi canggung sempat terjadi di ruang ganti saat pengambilan gambar dimulai.
"If you wrote this in a film it would not seem possible." kata Joan Monfort.
Menurut laporan BBC, Yamal merupakan anak sulung dari pasangan Mounir Nasraoui dan Sheila Ebana yang memenangi undian UNICEF untuk berfoto bersama pemain utama Barcelona.
"I had no idea it was Lamine in the photo until one my friends called me in 2024 and told me his father had posted it to Instagram," kata Joan Monfort.
Monfort menceritakan bahwa Messi yang memiliki kepribadian tertutup sempat terlihat bingung saat harus memegang seorang bayi di depan kamera.
"Messi is a really introverted guy, very timid and shy. He came into the dressing room and suddenly had to take these photos with a little baby - not even a kid, a proper baby and his face changed like he had no idea what to do!" kata Joan Monfort.
Meski canggung, proses pemotretan berjalan lancar berkat bantuan dari ibu Yamal dan sikap profesional dari Messi sendiri.
"It is difficult for a young man, but Lamine was a very happy, smiley little baby. His mum Sheila helped us, she was a young girl and they were a very poor family, but they were very nice to work with." kata Joan Monfort.
Sesi foto tersebut kini dianggap sebagai simbol turunnya takhta dari sang legenda kepada calon penerusnya di Barcelona.
"Messi was always a professional in these kinds of things and he adapted to the situation very quickly." kata Joan Monfort.
Menanggapi pertandingan final ini, Monfort merasa emosinya terbelah karena ia merupakan seorang pendukung Barcelona yang mengagumi kedua pemain.
"I think we are closing the cycle of their story," kata Joan Monfort.
Ia menilai laga ini akan menjadi penutup yang indah, terlepas dari siapa pun yang keluar sebagai pemenang di New Jersey.
"It is a happy end." kata Joan Monfort.
Bagi Monfort, Messi sangat layak menyempurnakan kariernya dengan memenangi gelar Piala Dunia untuk kedua kalinya berturut-turut.
"I am a fan of Barcelona, and I think for Messi it's perfect if he can finish his career winning the World Cup for the second time. I think he deserves it." kata Joan Monfort.
Di sisi lain, Spanyol dan Yamal juga datang dengan modal performa yang sangat bagus sepanjang turnamen.
"And for Lamine he has a lot of time to win trophies like the World Cup. But Spain and Lamine are arriving in a good moment and if he wins it now, it would be worth more than his other titles." kata Joan Monfort.
Monfort mengakui bahwa dirinya merasa sangat kesulitan untuk memilih tim mana yang akan didukungnya dalam laga puncak tersebut.
"It is very difficult for me. My heart is breaking in two pieces." kata Joan Monfort.
Sementara itu, perwakilan UNICEF Katalonia menyoroti daya tarik Yamal yang sudah terlihat sejak bayi di depan kamera.
"The photographer, Joan Monfort, has said that Lamine Yamal stole Messi's heart because he was always smiling," kata Laia Ruich, perwakilan UNICEF Katalonia.
Messi sendiri mengakui bahwa dirinya sudah melihat foto masa lalu tersebut dan merasa takjub dengan kenyataan bahwa mereka kini bermain di final Piala Dunia yang sama.
"That photo is incredible," kata Lionel Messi, kapten Argentina.
Messi menambahkan bahwa momen kebersamaan mereka saat Yamal masih bayi merupakan sesuatu yang sangat tidak biasa.
"I took a picture with him when he was a baby ... the fact that we're both playing in the World Cup now is crazy." kata Lionel Messi.
Meski memiliki kedekatan emosional karena faktor Barcelona, Messi menegaskan fokus utamanya tetap membawa Argentina meraih kemenangan.
"I wish him luck because his success will be Barcelona's success, (but) we'll try to keep him from playing at his best." kata Lionel Messi.
Ia memuji bakat Yamal yang masih memiliki perjalanan panjang di dunia sepak bola profesional.
"He's 19 years old and has his whole career ahead of him. I wish him the best, but we'll give it all to ensure he doesn't become champion this time." kata Lionel Messi.
Rekan setim Yamal di Spanyol, Mikel Merino, bahkan sempat mengira foto yang beredar luas di media sosial tersebut adalah hasil rekayasa kecerdasan buatan.
"The first time I saw it, I thought it was AI and that it wasn't even real," kata Mikel Merino, pemain timnas Spanyol.
Merino menambahkan bahwa pertemuan dua pemain terbaik lintas generasi dalam satu bingkai foto lama adalah hal yang luar biasa.
"It's unbelievable that two of the best players to have played the game -- and hopefully Lamine, in the future, will be one of those -- share a picture like that." kata Mikel Merino.
Di sisi lain, Yamal merefleksikan masa kecilnya yang sederhana di Rocafonda sebelum kini sukses menjadi duta UNICEF bersama Messi.
"Growing up, all I had was a family, a ball, a park and a dream," kata Lamine Yamal, penyerang Spanyol.
Ia menyebut sepak bola telah mengubah jalan hidupnya dan memberikannya harapan besar untuk masa depan.
"Playing football gave me structure, a sense of belonging, and hope for the future." kata Lamine Yamal.
Ia berkomitmen untuk terus mendukung hak anak-anak agar mendapatkan tempat bermain yang aman dan layak.
"I know how important it is for children to have a safe place to play, so that they can simply enjoy being children." kata Lamine Yamal.
Sebelumnya, Yamal juga sempat menceritakan perjuangan berat orang tuanya demi mendukung karier sepak bolanya sejak kecil.
"What my mother has done, what my father has done, I couldn't have done that for anyone who is not my child", kata Lamine Yamal.
Ia mengakui bahwa keterbatasan finansial sering kali menjadi penghalang besar bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk mengejar mimpi di sepak bola.
"If you don't have money, it's very hard to help your child play football. And my parents managed to make all that happen. It's something I'll never be able to repay them for." kata Lamine Yamal.
Mengenai penampilannya di turnamen, kapten Spanyol Rodri memberikan saran agar Yamal tetap tenang dan mengendalikan kecemasannya di lapangan.
"I think Lamine needs to calm down a bit, [because of] that anxiety that he has to prove himself," kata Rodri, kapten Spanyol.
Rodri menambahkan bahwa kontribusi Yamal bagi timnas Spanyol tetap sangat krusial baik saat memegang bola maupun tidak.
"But he's a very important player for us because of what he does with and without the ball." kata Rodri.
Ia juga memuji kedewasaan Yamal meskipun sang pemain masih memiliki banyak ruang untuk berkembang dalam membaca permainan.
"It's true that he's 19 years old and that we have to calm him down at certain moments of the game. He's a very mature young man but he still has room to improve when it comes to reading the game, which is completely normal for his age." kata Rodri.
Sebagai pemain senior, Rodri selalu memotivasi Yamal untuk terus berjuang dalam setiap situasi pertandingan.
"I'm the one who always tells him to keep going and not to stop playing if he doesn't get a foul, but he's a young man who listens, who wants to learn, and above all, sets a real example with his attitude." kata Rodri.
Menanggapi catatan statistik penampilannya yang belum mencetak assist di Piala Dunia ini, Yamal menegaskan bahwa fokus utamanya adalah membantu tim.
"I know that with my movement I draw a lot of opponents away, so I can create space for a team-mate," kata Lamine Yamal.
Ia berargumen bahwa kontribusi di lapangan tidak melulu soal mencetak gol, berkaca pada keberhasilan Spanyol di kompetisi sebelumnya.
"Anything I can do to help, even if I don't touch the ball in a play, is a positive. I think everyone's obsessed with scoring goals, but we won the European Championship with me scoring a single goal." kata Lamine Yamal.
Yamal juga menyatakan bahwa dirinya selalu bisa tampil lebih baik ketika turnamen memasuki fase-fase krusial.
"I've never been the best player in the group stage," kata Lamine Yamal.
Ia optimistis dapat memberikan performa maksimal pada pertandingan final melawan Argentina.
"The closer the important matches get, the semi-finals or the final, the better I play." kata Lamine Yamal.
Di luar lapangan, Al Jazeera melaporkan bahwa rumah mewah senilai 9,5 juta paun milik Yamal di Barcelona nyaris dibobol oleh dua orang bermasker tak lama setelah Spanyol mengalahkan Prancis di semifinal, namun aksi tersebut berhasil digagalkan oleh petugas keamanan pribadi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow