Ancaman Pembunuhan Paksa Jaminton Campaz Bersembunyi Usai Piala Dunia 2026
Langkah penyelematan intensif tengah dilakukan terhadap striker tim nasional Kolombia, Jaminton Campaz. Pemain depan tersebut kini dilaporkan berada dalam perlindungan khusus setelah mendapatkan ancaman pembunuhan yang serius.
Seperti dilansir dari Detik Sport, situasi mencekam ini mencuat setelah Kolombia menyudahi langkah mereka di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Tim tersebut harus angkat koper setelah kalah adu penalti dari Swiss dengan skor 3-4, menyusul hasil imbang tanpa gol pada waktu normal.
Jaminton Campaz sebenarnya sukses menuntaskan tugasnya sebagai salah satu penendang dalam babak adu penalti tersebut. Kendati demikian, sebagian pendukung Kolombia telanjur menumpahkan kekecewaan mendalam akibat kegagalannya mengonversi peluang emas selama pertandingan berjalan.
Momen krusial itu terjadi ketika Campaz gagal menceploskan bola ke gawang dalam posisi satu lawan satu dengan penjaga gawang Swiss, Gregor Kobel. Tendangan dari sang penyerang justru melambung di atas mistar gawang.
Gelombang intimidasi yang mengancam nyawa sang pemain kemudian terdeteksi melalui laporan BBC. Demi menjaga keselamatan, Campaz langsung dipisahkan dari rombongan besar Timnas Kolombia yang sedang dalam perjalanan pulang ke negara asal.
Federasi Sepakbola Kolombia (FCF) diyakini bertindak cepat dengan menyembunyikan keberadaan sang striker. Otoritas sepak bola tertinggi di negara tersebut juga mengeluarkan pernyataan tegas yang mengecam keras segala bentuk intimidasi terhadap Campaz.
"Kami menyatakan solidaritas penuh kepada Jaminton Campaz, keluarganya, serta seluruh pemain tim nasional dan seluruh delegasi," tulis FCF.
"Sepakbola harus jadi ruang persatuan, rasa hormat, dan harapan, bukan tempat bagi kebencian, intimidasi, ataupun kekerasan," lanjut pernyataannya.
Kondisi darurat yang menimpa Jaminton Campaz ini menyita perhatian luas dan memicu ingatan publik pada lembaran hitam sepak bola Kolombia. Berdasarkan laporan Dexerto, peristiwa ini menghidupkan kembali memori kelam atas tragedi yang menimpa Andres Escobar sekitar 32 tahun silam.
Andres Escobar, bek legendaris Kolombia, tewas ditembak di kota Medellin hanya berselang beberapa hari setelah mencetak gol bunuh diri di Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Sejarah pahit tersebut memicu kekhawatiran besar bahwa tindakan ekstrem dari oknum suporter atau fanatisme buta dapat terulang kembali.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow